Teknologi Surimi Dorong Produk Ikan Tarakan Tembus Pasar Global
UMKM Rumah Ratu Industri di Tarakan, Kalimantan Utara, sejak 2019 menerapkan teknologi surimi untuk menghasilkan produk setengah jadi dan meningkatkan daya saing di pasar lokal dan global. Langkah ini dilakukan untuk memperpanjang masa simpan dan memperbaiki tampilan produk, serta mengatasi kendala logistik distribusi pangan.
Teknologi surimi dan keunggulannya
Alih-alih mengolah daging ikan secara konvensional, Rumah Ratu memilih proses surimi yang menghasilkan bahan baku setengah jadi. Metode ini membuat produk lebih tahan lama dan berguna untuk produksi massal.
Keunggulan lain adalah kualitas penampilan yang lebih menarik sehingga mempermudah penetrasi ke pasar modern dan ekspor. Pendekatan ini penting untuk usaha kecil yang menghadapi masalah penyimpanan dan distribusi.
Kolaborasi riset dan proses produksi
Produksi di Rumah Ratu menekankan riset ilmiah melalui kerja sama intensif dengan akademisi. Kolaborasi itu membantu menyusun formula pengolahan dan standar mutu yang lebih ketat.
"Kami di sini kebetulan berkolaborasi dengan akademisi jadi kami menciptakan ada yang disebut dengan teknologi surimi atau produk setengah jadi,"
Pernyataan itu disampaikan oleh Nur Hikmah, pendiri Rumah Ratu Industri, saat tampil pada acara "Inspirasi Kita". Pendekatan berbasis riset membuat proses lebih terukur dan hasilnya konsisten.
Produk akhir dan strategi pasar
Hasil olahan Rumah Ratu beragam, mulai dari bakso ikan hingga dimsum. Produk-produk ini kini diminati konsumen lokal dan mulai dipasarkan secara lebih luas.
- Bakso ikan
- Dimsum berbahan ikan
Selain peningkatan mutu produk, Rumah Ratu juga menggenjot pemasaran digital dan menjajaki kemitraan strategis. Tujuannya adalah memperluas jaringan distribusi agar produk kuliner Tarakan dapat menembus pasar internasional.
Dampak dan prospek ke depan
Sinergi antara ilmu pengetahuan dan kreativitas lokal diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Implementasi surimi membuka peluang bagi UMKM lain untuk meningkatkan nilai tambah ikan lokal.
Jika upaya pemasaran dan kemitraan terus diperkuat, produk berbasis surimi dari Tarakan berpotensi menjadi komoditas ekspor yang menguntungkan.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...