Ekonomi

Dinas Tarakan Dorong Wirausaha untuk Redam Pengangguran

Bagikan:
Pelatihan wirausaha dan pelatihan barista di Tarakan untuk generasi muda

Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Tarakan mengajak generasi muda berwirausaha guna menekan kenaikan pencari kerja yang terus bertambah setiap tahun. Ajakan ini disampaikan oleh Kepala Dinas, Agus Sutanto, pada Rabu, 15 Juli 2026 di Tarakan.

Dorongan agar tidak tergantung lowongan formal

Agus mengatakan usaha mandiri bisa mengurangi ketergantungan pada lowongan kerja sektor formal yang semakin terbatas.

"Dengan membuka usaha tidak tergantung pada lowongan kerja sektor formal yang semakin terbatas setiap tahunnya," kata Agus, Rabu (15/7/2026).

Dia menekankan pentingnya perubahan pola pikir dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Hal ini menjadi strategi dinas dalam merespons pertumbuhan jumlah penganggur.

Program pelatihan dan pengembangan keterampilan

Untuk membangun jiwa kewirausahaan, dinas rutin menggelar pelatihan softskill bagi pemuda. Kegiatan itu dimaksudkan sebagai bekal saat memulai usaha sendiri.

  • Pelatihan barista
  • Pelatihan menjahit
  • Pelatihan perbengkelan

Program tersebut juga memberi kesempatan bagi peserta memperoleh keterampilan praktis yang dapat langsung dipakai membuka usaha mikro.

Peluang usaha di pasar lokal

Menurut Agus, prospek usaha di Tarakan cukup luas. Ia menyebut sektor makanan dan minuman sebagai salah satu yang berpotensi berkembang cepat.

"Dengan seringnya dilakukan pelatihan diharapkan bisa menjadi bekal untuk berwirausaha, peluang usaha di Tarakan sangat terbuka lebar utamanya pada sektor usaha makanan dan minuman hingga, dan sayang disayangkan jika peluang tersebut tidak di manfaatkan," tutupnya.

Berdasarkan inisiatif ini, pelaku usaha baru diharapkan mampu memanfaatkan kebutuhan pasar lokal dan meningkatkan perekonomian kota.

Implikasi dan langkah ke depan

Upaya dinas tidak hanya soal keterampilan teknis. Pendampingan usaha dan akses modal menjadi langkah lanjutan yang perlu disiapkan agar wirausaha bertahan.

Ke depan, kolaborasi dengan pelaku usaha lokal dan lembaga keuangan dipandang penting. Hal ini agar pelatihan yang diberikan berujung pada usaha yang berkelanjutan dan berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja.

Rafi Akbar
Penulis
Rafi Akbar

Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.

Berita Terkait