KAI Fasilitasi Pemasaran UMK di Pameran Kerajinan Jogja
PT Kereta Api Indonesia (KAI) memfasilitasi pemasaran produk mitra binaan UMK pada pameran kerajinan di Jogja Expo Center (JEC). Kegiatan berlangsung pada 15-19 Juli 2026 dan bertujuan memperluas akses pasar serta mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli dan mitra bisnis.
Pameran dan tujuan program
KAI membuka stan khusus yang menampilkan batik dan produk fesyen dari pelaku usaha binaan. Langkah ini dirancang untuk membantu UMK menjangkau konsumen baru dan membangun jejaring usaha yang berkelanjutan. Selain promosi, stan menjadi tempat evaluasi kualitas produk dan kemasan.
Pelatihan dan kolaborasi
Perusahaan merilis data pembinaan pada 16 Juli 2026. Program kolaborasi melibatkan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP). Sebelumnya, 20 pelaku usaha mengikuti pelatihan ekspor pada 23-25 Juni 2026, yang membahas peningkatan kualitas kemasan dan metode kalkulasi harga.
Dampak ekonomi lokal
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menekankan pentingnya kesinambungan pembinaan hingga akses pasar. Ia menyatakan bahwa pasar yang lebih luas berpotensi meningkatkan pesanan dan menyerap tenaga kerja lokal di sekitar perajin.
Pembinaan perlu berlanjut sampai pada ruang pertemuan dengan konsumen dan calon mitra bisnis. Di pameran ini, pelaku UMK dapat memperkenalkan kualitas produknya, mendengar masukan, memahami kebutuhan pasar, dan membangun jejaring yang mendukung keberlanjutan usaha,
Anne menambahkan bahwa fokus KAI adalah memperkuat ekosistem usaha. Manfaat pasar yang lebih luas akan kembali kepada keluarga, pekerja, pemasok, dan komunitas setempat.
Rekam jejak dan tindak lanjut
Program ini melanjutkan kegiatan KAI sebelumnya yang memasukkan delapan pelaku binaan pada pameran INACRAFT 2026 di Triwulan I. Semua interaksi di pameran Jogja akan dijadikan bahan evaluasi untuk strategi ke depan.
KAI ingin membuka lebih banyak ruang agar produk lokal bertemu dengan pasar yang tepat. Dari peningkatan kapasitas, promosi, pameran, hingga pengembangan jejaring bisnis, seluruh proses diarahkan untuk memperkuat kemandirian pelaku UMK dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat,
Kalimat tersebut disampaikan oleh Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya, yang menegaskan komitmen perseroan pada pemberdayaan ekonomi lokal. Program dinilai sebagai bagian penting dari tanggung jawab sosial dan lingkungan yang terarah.
Implikasi ke depan
Dengan membuka akses pasar dan menyelenggarakan pelatihan terarah, KAI berharap pelaku UMK semakin siap mengambil peluang ekspor dan meningkatkan daya saing produk. Hasil evaluasi pameran akan menentukan agenda pembinaan berikutnya agar manfaat ekonomi lebih luas dirasakan masyarakat.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Sertifikasi Halal Jadi Modal UMKM Bangun Kepercayaan Konsumen
Sertifikasi halal harus dijalankan sebagai komitmen produksi bagi UMKM agar kepercayaan konsumen terjaga; pr...
Peran BUMN Minerba Perlu Diperkuat, Setoran Negara Belum Optimal
Pemerintah diminta memperkuat peran BUMN di sektor minerba karena kekayaan USD4 triliun belum tercermin pada...
Literasi Keuangan Diperkuat untuk Cegah Aktivitas Ilegal
Anis Byarwati minta literasi keuangan diperkuat melalui kolaborasi DPR, OJK, BSI, dan media untuk cegah akti...
Menkop Dorong Koperasi Manfaatkan Dana Bergulir di Borobudur Expo
Menteri Koperasi mendorong pemanfaatan dana bergulir lewat LPDB di Borobudur Expo 17-20 Sept 2026 untuk memp...
Harga Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Naik 19 Sept 2026
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian naik pada 19 Sept 2026, masing-masing Rp16.000 dan Rp15.000 per gra...
Harga Emas Antam Naik Rp15 Ribu, Menguat Empat Hari Beruntun
Harga emas Antam naik Rp15.000 menjadi Rp2.638.000/gram pada 19 September 2026, memperpanjang penguatan empa...