DPR Apresiasi Kontribusi Freeport untuk Pembangunan Papua
Komisi XII DPR RI menyatakan penghargaan atas peran PT Freeport Indonesia dalam mendukung pembangunan sosial dan ekonomi di Papua melalui berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) dan investasi jangka panjang.
Apresiasi parlemen atas komitmen investasi
Anggota Komisi XII menyebut keberadaan Freeport selama puluhan tahun memberi manfaat bagi negara dan masyarakat sekitar wilayah operasional. Rapat dengar pendapat berlangsung pada Selasa, 14 Juli 2026.
"Saya apresiasi karena telah terjadi kesepakatan investasi kembali sebesar 12 persen bersama pemerintah Indonesia. Ini menjadi terobosan baru terkait keberlanjutan usaha PT Freeport Indonesia,"
Kata-kata tersebut disampaikan Arif Riyanto Uopdana sebagai bentuk dukungan terhadap perpanjangan izin usaha sesuai usia cadangan dan kelangsungan investasi tambang.
"Kami ingin berterima kasih kepada Freeport atas kinerjanya yang sampai hari ini terus memberikan manfaat bagi negara,"
Ucapan itu disampaikan Alfons Manibui, yang menyoroti manfaat bagi pemerintah daerah dan masyarakat lokal.
Kontribusi fiskal dan proyeksi penerimaan
Freeport tercatat sebagai salah satu kontributor terbesar bagi penerimaan negara lewat pajak, dividen, royalti, dan PNBP. Pada 2026 kontribusinya diperkirakan mencapai USD 2,6 miliar dan meningkat menjadi USD 4,7 miliar pada 2027.
Lebih jauh, setelah operasi tambang kembali normal, kontribusi diproyeksikan melampaui USD 7 miliar atau sekitar Rp120 triliun per tahun.
Program masyarakat: fokus pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur
Selain kontribusi fiskal, Freeport mengalokasikan dana untuk program pengembangan masyarakat. Perusahaan menyiapkan sekitar USD 100 juta per tahun untuk kegiatan tersebut.
- Pendidikan
- Kesehatan
- Pemberdayaan ekonomi
- Pembangunan infrastruktur dasar
- Pengembangan kapasitas masyarakat adat
- Peningkatan layanan publik di sekitar wilayah operasional
Kebutuhan penguatan pemberdayaan lokal
Anggota Komisi XII Irsan Sosiawan Gading mengingatkan bahwa peningkatan kinerja perusahaan harus diimbangi penguatan program pemberdayaan. Ia menekankan pentingnya manfaat yang semakin terasa melalui pendidikan, layanan kesehatan, dan program ekonomi yang berkelanjutan.
Dengan demikian, DPR menilai kepastian investasi dan perbaikan program TJSL berpotensi memperkuat dampak ekonomi regional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua. Ke depan, pengawasan dan sinergi pemda, pemerintah pusat, serta perusahaan akan menentukan seberapa besar manfaat tersebut dirasakan secara berkelanjutan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...