Kemendag Dorong Ekspor Kuliner ke Eropa lewat Cooking Class di Belanda
Kementerian Perdagangan menggelar Indonesia Summer Cooking Experience di Amsterdam sebagai bagian dari program Rasa Rempah Indonesia (S'RASA) untuk memperkenalkan bahan baku dan produk pangan Indonesia kepada pelaku usaha kuliner Eropa. Kegiatan ini bertujuan membuka peluang ekspor makanan, minuman, bumbu, dan rempah ke pasar Belanda dan sekitarnya.
Acara dan tujuan
Acara yang digelar oleh Kemendag berfungsi sebagai wadah business engagement antara pelaku usaha Indonesia dan mitra internasional. Kegiatan ini sekaligus memperluas eksposur produk kuliner Indonesia melalui demonstrasi memasak dan pengenalan bahan baku.
Peserta, menu, dan demonstrasi
Acara dibuka oleh Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda, Laurentius Amrih Jinangkung, dan melibatkan pelaku usaha kuliner internasional. Peserta mempraktikkan pembuatan beberapa hidangan tradisional untuk menunjukkan penggunaan bahan baku Indonesia.
- Sate kambing
- Cireng
- Otak-otak
- Bolu gula aren
"Kami berharap kelas memasak hari ini dapat menginspirasi kemitraan baru. Kegiatan ini juga mendorong apresiasi lebih besar terhadap produk pangan Indonesia di kancah global melalui diplomasi kuliner," ujar Laurentius.
Peluang ekspor menurut Kemendag
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, mengatakan pengenalan bahan baku Indonesia kepada pelaku usaha internasional membuka akses pasar baru. Menurut Puntodewi, penggunaan bahan baku lokal oleh chef dan pelaku usaha luar negeri memperbesar potensi ekspor.
"Ketika pelaku usaha kuliner internasional mengenal dan menggunakan bahan baku Indonesia, peluang ekspor semakin terbuka. Hal tersebut membuka jalan bagi produk makanan, minuman, bumbu, dan rempah Indonesia memasuki pasar global," ujar Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026.
Dukungan pelaku pasar dan peran Belanda
Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif, Ari Satria, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan kualitas produk pangan Indonesia kepada pelaku usaha luar negeri. Pengenalan ini diharapkan meningkatkan minat impor terhadap produk Indonesia.
"Indonesia Summer Cooking Experience dirancang sebagai wadah pelaku usaha kuliner luar negeri mengetahui kualitas dan keunggulan kuliner Indonesia. Kami perkenalkan produk makanan, minuman, bumbu, dan rempah dengan harapan produk pangan Indonesia bisa semakin diminati," ujar Ari.
Atase Perdagangan RI di Den Haag, Annisa Hapsari, menyatakan Belanda berperan sebagai gerbang distribusi ke Eropa. Hal ini membuat pasar Belanda strategis untuk memperluas ekspor produk pangan Indonesia.
"Belanda memiliki pasar yang semakin terbuka terhadap kuliner internasional. Kami optimistis dapat membuka peluang ekspor produk pangan Indonesia di Belanda maupun Eropa," ujar Annisa.
Produk yang dipromosikan dan tanggapan importir
Pada kegiatan itu, Kemendag mempromosikan sejumlah merek dan komoditas untuk pasar Belanda melalui importir. Produk yang diperkenalkan antara lain:
- Kecap Bango
- Gula aren
- Kopi Kapal Api
Pendiri Lakeside BV, Oswin Beingsick, menilai kegiatan tersebut membantu membangun jejaring dan menilai kualitas produk Indonesia lebih dekat.
"Melalui Indonesia Summer Cooking Experience, kami dapat membangun jejaring dengan para pelaku usaha Indonesia. Saya melihat peluang yang sangat baik untuk memperluas impor produk pangan Indonesia ke pasar Belanda," ujar Oswin.
Penutup: prospek dan langkah selanjutnya
Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi diplomasi kuliner untuk meningkatkan permintaan produk pangan Indonesia di pasar Eropa. Ke depan, kemitraan dengan importir dan pelaku usaha lokal di Belanda diharapkan dapat menjadi pintu masuk lebih luas bagi produk makanan, minuman, bumbu, dan rempah Indonesia.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Kemendag: Kenaikan Bea Masuk Saudi Buka Peluang bagi Produk Indonesia
Kemendag: meski Arab Saudi menaikkan bea masuk sejak 26 Juni 2026, produk Indonesia masih berpeluang menembu...
Emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian Turun Rp5.000/gram
Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian turun Rp5.000 per gram pada 16 Juli 2026, menurut data Sahabat Pega...
Rupiah Dibuka Melemah Tipis, Tetap Sulit di Bawah Rp18.000
Rupiah dibuka melemah tipis ke Rp18.071 per dolar AS pada 16 Juli 2026, masih sulit menembus level di bawah...
IHSG Menguat ke 6.056,74 pada Pembukaan 16 Juli 2026
IHSG menguat ke 6.056,74 pada pembukaan 16 Juli 2026, didorong teknikal dan meredanya kekhawatiran terhadap...
Harga Emas Antam Turun Tipis, 1 Gram Rp2.633.000
Harga emas Antam turun tipis Rp2.000 per gram pada 16 Juli 2026; 1 gram dihargai Rp2.633.000 dan buyback Rp2...
DPR: Anggaran Kementerian UMKM Harus Tepat Sasaran
DPR minta anggaran Kementerian UMKM 2025 tepat sasaran setelah realisasi 97,36% dan sejumlah program meningk...