BPOM Siapkan Mekanisme Filter Produk untuk Kopdes Merah Putih
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyiapkan mekanisme penyaringan produk yang akan masuk Koperasi Desa Merah Putih untuk menjamin keamanan dan mutu. Pernyataan itu disampaikan Kepala BPOM Taruna Ikrar di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026, sebagai bagian dari dukungan BPOM terhadap program pemerintah.
Filter produk untuk Kopdes Merah Putih
BPOM akan menguji dan memilah produk yang diajukan ke koperasi tersebut agar hanya barang yang memenuhi standar beredar. Langkah ini dimaksudkan untuk melindungi konsumen sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap produk desa.
"Tentunya termasuk filter produk-produk tersebut,"
Ruang lingkup dan prioritas
Proses penyaringan berlaku untuk produk lokal maupun impor. Meski begitu, BPOM menegaskan prioritas tetap pada produk dalam negeri untuk mendorong daya saing lokal.
Taruna juga menyebut beberapa sektor, terutama kefarmasian, masih bergantung pada bahan baku impor. Pengaturan lanjutan mengenai hal ini akan dibahas bersama pemerintah sesuai arahan Presiden.
"Kalau berbicara yang berhubungan dengan produk-produk kefarmasian, mayoritas bahan bakunya harus diimpor,"
Pengawasan dan penggunaan teknologi
Selain penyaringan awal, BPOM akan memperketat pengawasan pasar. Strategi pengawasan mencakup edukasi, penindakan lapangan, dan pemanfaatan sistem digital untuk memantau peredaran produk.
- Meningkatkan kegiatan edukasi konsumen dan pelaku usaha.
- Melakukan penindakan terhadap produk yang tidak memenuhi standar.
- Memperkuat intelligence dan cyber security untuk pengawasan daring.
- Memantau perdagangan produk yang dipasarkan secara online.
Taruna menegaskan pendekatan tersebut penting agar masyarakat memperoleh produk yang aman dan berkualitas.
Dampak terhadap produk lokal dan ekonomi desa
BPOM berharap mekanisme filter akan memperkuat posisi produk lokal di pasar. Dengan standar mutu yang konsisten, produk desa berpotensi meningkatkan daya saing dan memberi kontribusi pada pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput.
Ke depan, BPOM akan berkoordinasi dengan kementerian terkait dan menunggu arahan operasional yang lebih rinci dari pemerintah pusat. Implementasi teknis dan timeline pelaksanaan akan diumumkan setelah pembahasan tersebut selesai.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Hari Pertama Sekolah: Pemerintah Anjurkan ASN Dampingi Anak
Pemerintah mendorong ASN manfaatkan fleksibilitas kerja untuk mendampingi anak di hari pertama sekolah; psik...
BPOM Awasi Makan Bergizi Gratis Meski Anggaran Belum Cair
BPOM tetap mengawasi Program Makan Bergizi Gratis meski anggaran belum dicairkan untuk menjamin keamanan pan...
BPOM Prioritaskan Laporan via Jalur Resmi, Bukan Komentar Sosial
BPOM akan menindaklanjuti laporan produk bermasalah jika disampaikan lewat jalur resmi seperti Halo BPOM, bu...
BPOM Siapkan Relaksasi Regulasi untuk Kurangi Impor Bahan Baku Obat
BPOM akan relaksasi regulasi dan permudah rantai pasok untuk kurangi ketergantungan impor bahan baku obat ya...
BPOM: Mayoritas Pelanggaran Kosmetik Ilegal Terjadi di TikTok
BPOM menemukan lebih dari 50% pelanggaran penjualan kosmetik ilegal di TikTok berdasarkan patroli siber tahu...
BPOM Temukan 14 Kosmetik Berbahaya, Kandungan Merkuri dan Hidrokuinon
BPOM menemukan 14 kosmetik berbahaya hingga Triwulan II 2026 termasuk merkuri dan hidrokuinon; masyarakat di...