PERISAI 2026: Tampilkan Riset dan Inovasi untuk Tingkatkan Daya Saing Sawit
Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) akan menampilkan hasil riset dan inovasi kelapa sawit pada PERISAI 2026, pameran riset yang digelar di Jakarta pada 20-21 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat daya saing industri sawit melalui kolaborasi antar pemerintah, akademisi, peneliti, industri, dan masyarakat serta mempercepat hilirisasi produk sawit.
Pameran riset dan tema acara
PERISAI 2026 mengusung tema "Shaping The Palm Oil Industry Ecosystem For A Sustainable Future". Acara dua hari itu akan menjadi wadah pemaparan hasil penelitian, demonstrasi teknologi, serta forum diskusi untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi sawit nasional.
"Perisai 2026 mengusung tema 'Shaping The Palm Oil Industry Ecosystem For A Sustainable Future'. Wadah kolaborasi pemerintah, akademisi, peneliti, industri, dan masyarakat untuk memperkuat ekosistem riset, inovasi, serta hilirisasi industri sawit nasional," kata Mochmad Alfansyah, Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP.
Peran BPDP dalam pendanaan riset
BPDP bukan sekadar mendukung pengembangan perkebunan secara umum. Selama lebih dari satu dekade, lembaga ini mendanai penelitian yang diarahkan meningkatkan nilai tambah sawit di berbagai sektor.
"Perkebunan sawit tidak hanya menghasilkan minyak sawit dan biodiesel. Hasil riset telah menghasilkan inovasi sawit di bidang pangan, kesehatan, energi terbarukan, biomaterial, hingga rekayasa industri," tambah Mochmad Alfansyah.
Contoh riset: manfaat kesehatan minyak sawit merah
Salah satu penelitian yang didanai BPDP meneliti manfaat minyak sawit merah bagi kesehatan ibu hamil dan status gizi bayi. Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ratu Ayu Dewi Sartika dari Universitas Indonesia.
"Dari hasil penelitian menunjukkan, minyak sawit merah memiliki kandungan beta karoten, vitamin A, vitamin E, serta antioksidan. Kandungan tersebut dapat membantu mendukung peningkatan status gizi ibu dan anak, dan dapat membantu mengatasi masalah tengkes," kata Prof. Ratu Ayu.
Inovasi energi: teknologi BENSA
Dari sektor energi, tim di Institut Teknologi Bandung mengembangkan teknologi Bensin Sawit (BENSA) berbasis Mixed Industrial Vegetable Oil (MIVO). Teknologi ini menjadi contoh pemanfaatan baru sumber daya domestik.
"BENSA menjadi contoh bagaimana hasil riset mampu membuka peluang pemanfaatan baru kelapa sawit. Inovasi seperti ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong tumbuhnya industri berbasis sumber daya domestik," ujar Dr. Ir. C.B. Rasrendra.
Bidang penelitian yang dipamerkan
PERISAI 2026 akan menampilkan hasil penelitian pada enam bidang utama yang diprioritaskan BPDP.
- Bioenergi
- Lingkungan
- Biomaterial
- Budidaya dan pascapanen
- Pangan dan kesehatan
- Sosial, ekonomi, manajemen, pasar, dan teknologi informasi
Dengan menampilkan hasil riset dan teknologi terkini, PERISAI 2026 diharapkan mendorong adopsi inovasi yang meningkatkan nilai tambah produk sawit serta memperkuat posisi industri sawit Indonesia di pasar domestik dan internasional.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Kemendag: Kenaikan Bea Masuk Saudi Buka Peluang bagi Produk Indonesia
Kemendag: meski Arab Saudi menaikkan bea masuk sejak 26 Juni 2026, produk Indonesia masih berpeluang menembu...
Emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian Turun Rp5.000/gram
Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian turun Rp5.000 per gram pada 16 Juli 2026, menurut data Sahabat Pega...
Rupiah Dibuka Melemah Tipis, Tetap Sulit di Bawah Rp18.000
Rupiah dibuka melemah tipis ke Rp18.071 per dolar AS pada 16 Juli 2026, masih sulit menembus level di bawah...
IHSG Menguat ke 6.056,74 pada Pembukaan 16 Juli 2026
IHSG menguat ke 6.056,74 pada pembukaan 16 Juli 2026, didorong teknikal dan meredanya kekhawatiran terhadap...
Harga Emas Antam Turun Tipis, 1 Gram Rp2.633.000
Harga emas Antam turun tipis Rp2.000 per gram pada 16 Juli 2026; 1 gram dihargai Rp2.633.000 dan buyback Rp2...
DPR: Anggaran Kementerian UMKM Harus Tepat Sasaran
DPR minta anggaran Kementerian UMKM 2025 tepat sasaran setelah realisasi 97,36% dan sejumlah program meningk...