Teknologi

BRIN Kukuhkan Lima Profesor Riset dengan Inovasi Strategis

Bagikan:
Pengukuhan lima Profesor Riset BRIN di Jakarta 16 Agustus 2026

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengukuhkan lima Profesor Riset melalui Sidang Terbuka Orasi Ilmiah di Jakarta, Kamis, 16 Agustus 2026. Pengukuhan itu menegaskan komitmen memperkuat riset sebagai fondasi pembangunan nasional berbasis inovasi.

Ringkasan pengukuhan dan tujuan

Kelima profesor riset berasal dari bidang strategis yang berbeda. Mereka menawarkan solusi ilmiah untuk tantangan ekonomi, lingkungan, pangan, perikanan, dan kesehatan. Acara ini menjadi wadah untuk menghadirkan inovasi yang diharapkan menjadi dasar kebijakan publik.

Kelima Profesor Riset

  • Johnny Walker Situmorang — Ahli Utama Pusat Riset Koperasi, Korporasi, dan Ekonomi Kerakyatan: fokus pada penguatan kewirausahaan koperasi.
  • Hidayat — Profesor Riset bidang hidrologi: penelitian pengelolaan lahan basah tropis berkelanjutan.
  • Tri Marwati — Teknologi pangan: inovasi fermentasi kakao menggunakan bakteri asam laktat lokal.
  • Umi Muawanah — Tata kelola perikanan: integrasi ekonomi, konservasi, dan hak masyarakat adat.
  • Wahyu Pudji Nugraheni — Kesehatan masyarakat: pentingnya kemitraan pemerintah dan swasta untuk layanan kesehatan yang merata.

Penguatan koperasi sebagai badan usaha dan sosial

Johnny Walker Situmorang menekankan koperasi perlu berperan ganda. Menurut dia, koperasi harus menjadi badan usaha yang menjalankan fungsi ekonomi sekaligus fungsi sosial untuk mendukung perekonomian lokal.

"Kewirausahaan koperasi membangun model bisnis koperasi sebagai badan usaha yang berfungsi sosial. Sehingga, koperasi dapat menjadi sokoguru perekonomian Indonesia," ujar Johnny.

Peran lahan basah dalam mitigasi banjir

Hidayat memaparkan hasil penelitiannya mengenai lahan basah tropis. Ia menunjukkan lahan basah memiliki kapasitas menyimpan air dan mengurangi risiko banjir. Pemahaman hidrologi tersebut penting untuk pengelolaan sumber daya air adaptif.

"Pemahaman terhadap dinamika hidrologi lahan basah menjadi dasar penting bagi pengelolaan sumber daya air yang adaptif," kata Hidayat.

Inovasi fermentasi kakao untuk daya saing

Tri Marwati mempresentasikan teknologi fermentasi kakao yang memanfaatkan bakteri asam laktat lokal. Teknologi ini meningkatkan mutu, keamanan, dan nilai tambah produk kakao nasional.

"Pemanfaatan bakteri asam laktat lokal membuka peluang besar. Meningkatkan daya saing kakao Indonesia di pasar global," ujar Tri.

Tata kelola perikanan dan ekonomi biru

Umi Muawanah mengusulkan tata kelola perikanan yang mengintegrasikan aspek ekonomi, konservasi, dan hak masyarakat adat. Pendekatan ini diharapkan memperkuat ekonomi biru yang berkelanjutan dan berkeadilan.

"Tata kelola perikanan yang berkeadilan merupakan fondasi penting bagi pembangunan ekonomi biru Indonesia," kata Umi.

Kemitraan untuk layanan kesehatan merata

Wahyu Pudji Nugraheni menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta. Ia menyatakan kemitraan yang terencana mampu memperluas akses layanan kesehatan berkualitas dan merata sesuai kebutuhan daerah.

"Kolaborasi yang terencana dan berbasis kebutuhan daerah menjadi kunci. Memastikan seluruh masyarakat memperoleh layanan kesehatan berkualitas," ujar Wahyu.

Implikasi kebijakan dan langkah ke depan

Pengukuhan ini memperlihatkan kontribusi BRIN dalam menghasilkan inovasi strategis yang siap dijadikan landasan kebijakan. Diharapkan riset-riset tersebut mendorong pembangunan inklusif dan berkelanjutan di berbagai sektor.

Ke depan, integrasi hasil riset ke dalam perencanaan dan implementasi kebijakan akan menentukan dampak nyata bagi masyarakat dan ekonomi nasional.

Naufal Hakim
Penulis
Naufal Hakim

Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.

Berita Terkait