Satgas PASTI Hentikan Kegiatan PT EVI Terkait Dugaan Investasi Ilegal
Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) menghentikan operasi PT Econext Ventures Indonesia (PT EVI) pada Kamis, 16 Juli 2026 di Jakarta. Pemeriksaan menemukan perusahaan diduga menawarkan investasi berkedok ekonomi hijau dengan skema mirip multi level marketing dan penawaran seperti securities crowdfunding, namun belum memiliki izin OJK.
Penghentian operasi dan temuan verifikasi
Hasil verifikasi Satgas menunjukkan PT EVI menghimpun dana masyarakat melalui penawaran investasi yang menyerupai layanan urun dana berbasis securities crowdfunding. Perusahaan mengklaim sedang mengurus izin di Otoritas Jasa Keuangan, tetapi verifikasi membuktikan klaim itu belum terpenuhi.
Selain itu, Satgas PASTI menemukan aplikasi PT EVI belum tercatat sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik di Kementerian Komunikasi dan Informatika. Berdasarkan temuan tersebut, Satgas memutuskan untuk menghentikan kegiatan operasional perusahaan.
Tindakan pemblokiran dan koordinasi penegakan hukum
Satgas PASTI menyatakan langkah selanjutnya termasuk pemblokiran akses terhadap aplikasi dan tautan terkait PT EVI. Organisasi juga berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk proses penyelidikan lanjutan.
"Satgas PASTI telah menghentikan kegiatan PT EVI. Kami akan melakukan pemblokiran akses terhadap aplikasi dan/atau tautan terkait,"
Sebagai tindak lanjut profesional, Asosiasi Layanan Urun Dana Indonesia (ALUDI) telah mencabut status keanggotaan PT EVI. Langkah ini dilakukan untuk menjaga integritas industri urun dana dan melindungi masyarakat.
Imbauan untuk masyarakat dan cara pelaporan
Satgas meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tinggi tanpa penjelasan logis. Waspada menjadi kunci untuk mencegah menjadi korban penipuan berkedok investasi.
"Satgas PASTI kembali mengimbau masyarakat agar senantiasa waspada. Khususnya terhadap tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tinggi dan tidak logis,"
Jika merasa menjadi korban atau melihat indikasi penipuan, masyarakat diminta segera melapor. Pengaduan dapat disampaikan melalui beberapa saluran resmi berikut:
- Layanan SIPASTI (Sistem Pelaporan Satgas PASTI)
- Kontak OJK: 157 atau melalui www.ojk.go.id
- WhatsApp: 081157157157
- Email: [email protected]
- Indonesia Anti-Scam Centre untuk percepatan penanganan
Implikasi dan langkah ke depan
Penghentian kegiatan PT EVI menegaskan komitmen otoritas untuk menindak praktik penghimpunan dana ilegal. Ke depan, masyarakat diimbau memeriksa status izin penyelenggara urun dana sebelum berinvestasi dan melaporkan aktivitas mencurigakan kepada otoritas terkait.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...