ANRI Kembangkan Platform INGAT, Ajak Publik Rawat Memori Bangsa
Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) meluncurkan platform INGAT untuk memperkuat pelestarian memori kolektif bangsa dan membuka ruang partisipasi publik. Sosialisasi berlangsung di Ruang Noerhadi Magetsari, ANRI, pada 8 Juli 2026. Platform ini memungkinkan masyarakat menambahkan informasi pada arsip foto Departemen Penerangan untuk memperkaya konteks dan makna arsip.
Tujuan dan fungsi Platform INGAT
INGAT dirancang sebagai wadah urun daya publik. Masyarakat bisa menambahkan data terkait tokoh, lokasi, waktu, dan peristiwa yang terekam dalam arsip foto. Tujuan utamanya adalah menjaga konteks arsip agar tetap relevan bagi generasi mendatang.
Platform mengusung tagline "Ingatan Anda, Memori Kita" sebagai seruan kolaborasi publik dalam merawat arsip nasional. Dengan cara ini, ANRI berharap informasi kolektif dapat meningkatkan nilai kegunaan arsip.
Sosialisasi dan jangkauan partisipasi
Direktorat Pengolahan Arsip ANRI menyosialisasikan INGAT kepada mahasiswa, media, komunitas, dan pengelola museum. Kegiatan bertujuan menjaring partisipasi lintas kelompok untuk mendeskripsikan koleksi arsip foto Departemen Penerangan.
Jenis informasi yang dapat ditambahkan publik antara lain:
- Nama tokoh yang terekam
- Lokasi pengambilan foto
- Perkiraan kurun waktu atau tahun
- Keterangan peristiwa atau konteks historis
Verifikasi dan standar kearsipan
ANRI menegaskan bahwa semua masukan publik tidak otomatis terekam dalam deskripsi arsip. Setiap kontribusi akan melalui proses verifikasi oleh arsiparis untuk memastikan keakuratan dan kesesuaian dengan prinsip kearsipan.
Proses ini dimaksudkan untuk menjaga keandalan informasi sekaligus mempertahankan nilai ilmiah dan historis koleksi arsip.
Pandangan ANRI dan implikasi jangka panjang
Melalui platform INGAT, masyarakat tidak hanya menjadi pengguna arsip, tetapi juga menjadi mitra. Kolaborasi tersebut menjadi wujud pemanfaatan pengetahuan kolektif bangsa,
kata Kepala ANRI, Mego Pinandito, pada 14 Juli 2026. Pernyataan ini menegaskan bahwa pelestarian arsip tidak hanya soal menyimpan benda, tetapi juga menjaga konteks dan makna.
ANRI menilai model kolaboratif ini akan membuat arsip statis lebih hidup dan relevan. Ke depan, pengembangan INGAT diharapkan menciptakan pengelolaan arsip yang lebih inklusif, terintegrasi, dan menjadi sumber informasi terpercaya bagi publik.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Pendekatan Sains Jadi Kunci Cegah Kebakaran TPA
Wahyu Purwanta (BRIN) menilai pengelolaan terencana, teknologi tepat guna, dan deteksi dini kunci mencegah k...
Cara Praktis Membuat Poster AI di Canva
Panduan singkat membuat poster dengan AI di Canva: dari memilih format hingga menyempurnakan desain mengguna...
8 Tips Aman Sebelum Pakai YouTube to MP3
Delapan tips memilih layanan YouTube to MP3 yang aman untuk menjaga kualitas audio dan mencegah risiko malwa...
EMGS: Visa Mahasiswa Malaysia Bisa Keluar dalam 5 Hari
EMGS klaim visa mahasiswa internasional bisa selesai dalam 5 hari bila dokumen lengkap; total proses termasu...
EMGS Siapkan Penjemputan 24 Jam untuk Mahasiswa Internasional
EMGS menyediakan layanan penjemputan 24 jam di bandara dan pendampingan ISAC bagi mahasiswa internasional, t...
Malaysia Buka Peluang Kerja 1 Tahun untuk Lulusan melalui Graduate Pass
Malaysia buka peluang kerja 1 tahun bagi lulusan, termasuk mahasiswa Indonesia, lewat Graduate Pass yang ber...