OJK Serahkan Tersangka Prolife ke Kejaksaan setelah Berkas P21
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyerahkan tersangka kasus PT Asuransi Jiwa Prolife Indonesia kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu, 15 Juli 2026, setelah berkas perkara dinyatakan lengkap (P.21). Penyerahan tahap II ini menindaklanjuti proses penyidikan dan pemenuhan persyaratan formil serta materiil oleh Jaksa Penuntut Umum.
Pelimpahan dan status tersangka
Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi OJK, Agus Firmansyah, mengatakan pelimpahan merupakan kelanjutan penyidikan. Penyerahan tersangka dilaksanakan di Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur karena tersangka menjalani pidana lain.
"Pelimpahan tersebut merupakan tindak lanjut. Setelah sebelumnya berkas perkara dinyatakan lengkap atau P.21 oleh Jaksa Penuntut Umum,"
OJK menetapkan HS, Pemegang Saham Pengendali PT Asuransi Jiwa Prolife Indonesia, sebagai tersangka dalam perkara ini.
Dasar dugaan dan nilai kewajiban klaim
Kasus berawal dari dugaan pengabaian perintah tertulis OJK terkait kewajiban pembayaran klaim kepada seluruh pemegang polis. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan per 30 September 2023, nilai kewajiban pembayaran klaim mencapai Rp566,24 miliar.
Penyitaan aset dan upaya pemulihan
Selama penyidikan, OJK menyita sejumlah aset untuk mendukung pemulihan hak pemegang polis. Penyitaan dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
- Tanah
- Bangunan
- Deposito
- Kepemilikan saham perusahaan terkait
Koordinasi penegakan hukum
OJK menyatakan penanganan perkara ini melibatkan koordinasi berkelanjutan bersama Kepolisian, Kejaksaan, PPATK, serta Kementerian ATR/BPN. Langkah bersama diharapkan memperkuat perlindungan konsumen dan menjaga integritas sektor jasa keuangan.
"OJK akan terus memperkuat penegakan hukum secara profesional, tegas, dan berkelanjutan. Khususnya terhadap dugaan tindak pidana sektor jasa keuangan,"
Dengan pelimpahan tahap II, perkara kini berada dalam tahap penuntutan di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Proses berikutnya akan menentukan jadwal pemeriksaan di persidangan dan upaya pemulihan hak bagi pemegang polis.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...