Investasi Semester I Serap 1,45 Juta Pekerja, BKPM Catat Realisasi Rp1.010,6 T
BKPM melaporkan investasi semester I 2026 berhasil menyerap hampir 1,45 juta pekerja dan membukukan realisasi Rp1.010,6 triliun. Pernyataan itu disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani pada keterangan pers di Kantor Presidenan, Kamis, 16 Juli 2026.
Realisasi investasi dan penyerapan tenaga kerja
Menurut data BKPM, realisasi investasi pada periode Januari–Juni 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun. Komposisinya tercatat PMDN sebesar Rp502,9 triliun dan PMA sebesar Rp507,6 triliun.
| Periode | Total (Rp) | PMDN (Rp) | PMA (Rp) |
|---|---|---|---|
| Semester I 2026 (Jan–Jun) | Rp1.010,6 triliun | Rp502,9 triliun | Rp507,6 triliun |
| Realisasi Semester II 2026 (laporan) | Rp511,8 triliun | Rp254,1 triliun | Rp254,1 triliun |
BKPM juga mencatat tingkat penyerapan tenaga kerja mencapai 1.448.862 orang, atau sekitar kenaikan 15% dibandingkan periode sama pada tahun sebelumnya.
Kepercayaan investor dan faktor kestabilan
Menteri Rosan menjelaskan bahwa komunikasi intensif pemerintah menjadi salah satu faktor meningkatnya kepercayaan investor. Ia menekankan pentingnya pemahaman terkait risiko investasi.
Paling penting adalah kita bisa lihat di sini penyerapan tenaga kerjanya itu mencapai 1.448.862 orang. Atau kurang lebih peningkatan 15% dibandingkan tahun sebelumnya
Tetapi selama resiko itu adalah resiko yang mereka bilang itu terukur atau calculated risk
Mereka melihat di Indonesia ini relatif stabil ya dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya misalnya Thailand, Malaysia. Stabil dari segi pertumbuhan ekonomi, stabil juga dari segi politik dan sosialnya, sehingga faktor kestabilan menjadi hal kunci utama
Implikasi dan prospek ke depan
Kenaikan penyerapan tenaga kerja dan besarnya realisasi investasi menunjukkan kepercayaan pemodal, baik domestik maupun asing. Kondisi ini berpotensi mendorong pemulihan pasar kerja dan memperkuat basis industri dalam negeri.
Meski demikian, pemerintah dan pelaku usaha perlu mempertahankan komunikasi dan kebijakan yang mempertimbangkan risiko terukur untuk menjaga arus investasi. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada kondisi ekonomi global dan stabilitas domestik.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Bunga Utang Capai Rp394,1 T, APBN Agustus 2026 Defisit
Pembayaran bunga utang mencapai Rp394,1 triliun hingga Agustus 2026, membuat APBN tercatat defisit Rp240,1 t...
Pembiayaan Utang Capai Rp506 T hingga Agustus 2026
Realisasi pembiayaan utang neto Rp506 triliun hingga 31 Agustus 2026, setara 60,8% dari target APBN 2026; SB...
IHSG Melemah 0,33% ke 6.441,15 pada Penutupan Jumat
IHSG turun 0,33% ke 6.441,15 pada penutupan Jumat; volume 32,6 miliar saham dan nilai transaksi Rp19,2 trili...
Penerbitan SBN 2026 Tetap Sesuai Rencana, Defisit APBN 2,85%
Kemenkeu: penerbitan SBN hingga akhir 2026 on track untuk penuhi pembiayaan dan jaga outlook defisit APBN 2,...
Sharp Indonesia Raih Dua Penghargaan PR Pilihan Jurnalis 2026
Sharp Indonesia dan Andry Adi Utomo meraih dua penghargaan Journalists’ Choice di Indonesia PR of the Year 2...
AXA dirikan AXA Sharia Life untuk perluas proteksi syariah
AXA mendirikan AXA Sharia Life Insurance dan mendapat izin OJK untuk memperkuat layanan asuransi syariah di...