Hari Kebaya Nasional Ke-3: 80 Organisasi, 22 Komunitas Terlibat
Perayaan Hari Kebaya Nasional Ke-3 akan digelar pada 24 Juli 2026 di Hall Ballroom Senayan City, Jakarta, dengan partisipasi sekitar 80 organisasi perempuan dan 22 komunitas budaya. Acara bertujuan mengangkat kebaya serta warisan wastra Nusantara, melibatkan anak-anak dan generasi muda untuk menjaga keberlanjutan budaya.
Partisipasi organisasi dan komunitas
Ketua Umum DPP Perempuan Indonesia Maju (PIM), Lana T. Koentjoro, menyatakan bahwa sekitar 80 organisasi perempuan akan bergabung dalam penyelenggaraan Hari Kebaya Nasional Ke-3. Selain itu, 22 komunitas budaya juga telah menyatakan dukungan aktif.
Kami mengundang seluruh organisasi yang tergabung dalam Kowani dan komunitas perempuan untuk bersama-sama hadir. Selain itu, juga dapat berpartisipasi dalam kegiatan Hari Kebaya Nasional ini
Rangkaian acara dan fokus budaya
Rangkaian kegiatan menonjolkan kebaya sebagai simbol identitas perempuan Indonesia. Tahun ini peringatan juga mengangkat elemen budaya lain sebagai bagian dari promosi wastra dan tradisi lokal.
- Kebaya
- Batik
- Wastra Nusantara
- Sanggul
- Aksesoris tradisional
Padanannya sudah jelas, kebaya, batik, wastra nusantara, sanggul, aksesoris, dan berbagai karya budaya lainnya. Semua itu menjadi bagian yang ingin kita angkat bersama
Pelibatan anak dan generasi muda
Panitia membuka ruang bagi anak-anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, untuk tampil dan berkreasi. Lana menekankan pentingnya peran generasi muda agar tradisi tetap hidup dan berlanjut ke masa depan.
Budaya harus terus hidup di tengah masyarakat. Karena itu, kita ingin memberikan ruang kepada generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melanjutkan warisan budaya Indonesia
Inisiatif lingkungan dan komunitas lokal
Beberapa komunitas juga menggabungkan pelestarian budaya dengan inisiatif lain. Lana memberi apresiasi khusus kepada Komunitas Bunda Milenial yang mengembangkan gerakan eco-enzyme sambil berkebaya.
Saya memberikan apresiasi kepada Bu Siska dari Bunda Milenial yang menggerakkan eco-enzyme sambil berkebaya. Ini menunjukkan bahwa budaya dapat berjalan bersama dengan gerakan positif lainnya
Detail pelaksanaan dan harapan
Puncak acara dijadwalkan pada 24 Juli 2026, pukul 10.00 hingga 14.00 WIB, dengan kapasitas sekitar 1.300 peserta. Beberapa daerah seperti Palembang dan Sumatra Utara juga telah menyiapkan kegiatan serupa dalam gerakan Indonesia Berkebaya.
Kita ingin seluruh Indonesia bergerak bersama, dengan kebersamaan budaya Indonesia akan terus tumbuh dan menjadi kebanggaan dunia
Harapan panitia adalah menjadikan kebaya sebagai ruang persatuan bagi perempuan dari berbagai latar belakang sekaligus memperkenalkan kekayaan wastra Nusantara kepada generasi baru.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Lebih dari 50% Tiket Konser Ye di Jakarta Dibeli Fans Asing
Lebih dari 52% tiket konser Ye di Jakarta ludes dibeli fans luar negeri dalam 24 jam pertama; potensi dorong...
Doulos Hope Tiba di Jakarta: Pameran Buku Terapung Sebulan
Kapal pameran Doulos Hope singgah di Jakarta 16 Sept–11 Okt 2026 dengan lebih dari 2.000 judul; tiket Rp15.0...
Indonesia Dorong Penyebaran Investasi Pariwisata di Luar Jakarta–Bali
Pemerintah mendorong penyebaran investasi pariwisata dari Jakarta dan Bali ke 13 destinasi prioritas dan 10...
Kolintang Minahasa Bawa Diplomasi Budaya Indonesia ke UNESCO Paris
Kolintang Rhythm of Minahasa tampil di UNESCO Paris (27 Sept-3 Okt 2026) untuk misi diplomasi budaya dan mem...
Fadli Zon Umumkan Revitalisasi Galeri Nasional Jakarta
Menbud Fadli Zon mengumumkan Galeri Nasional Jakarta akan direvitalisasi setelah pameran Nasirun pada 12 Sep...
Hari Programmer Sedunia: Sejarah dan Makna 13 September
Hari Programmer diperingati tiap 13 September karena hari ke-256 merepresentasikan satu byte, simbol penting...