Hiburan

5 Film Coming-of-Age Penuh Nostalgia dari Berbagai Negara

Bagikan:
Kolase poster film Stand by Me, The Perks of Being a Wallflower, Lady Bird, Dua Garis Biru, Little Women

Genre coming-of-age menyorot masa remaja sebagai periode transisi berisi konflik, persahabatan, dan pencarian jati diri. Berikut lima film dari berbagai negara yang menghadirkan kisah nostalgia dan proses pendewasaan yang layak ditonton.

Daftar film coming-of-age yang direkomendasikan

  1. Stand by Me (1986)

    Film klasik Amerika yang disutradarai Rob Reiner ini mengikuti perjalanan empat sahabat mencari jasad anak yang hilang di hutan. Dibintangi River Phoenix, Will Wheaton, Corey Feldman, dan Jerry O’Connell, Stand by Me menekankan nilai persahabatan, keberanian, dan proses tumbuh dewasa di balik petualangan mereka.

  2. The Perks of Being a Wallflower (2012)

    Berfokus pada Charlie (Logan Lerman), remaja pendiam yang berjuang setelah pengalaman traumatis. Pertemuan dengan dua teman baru mengubah pandangannya terhadap hidup. Adaptasi novel karya Stephen Chbosky ini juga menampilkan Emma Watson, Ezra Miller, dan Nina Dobrev dan mengangkat isu kesehatan mental serta pentingnya dukungan sosial.

  3. Lady Bird (2017)

    Disutradarai Greta Gerwig, Lady Bird mengikuti Christine "Lady Bird" McPherson (Saoirse Ronan) yang berusaha keluar dari kota kecil demi mengejar impian. Film ini mendapat pujian karena penyampaian cerita dan aktingnya, terutama dalam menggambarkan hubungan ibu-anak, persahabatan, dan kegelisahan menentukan masa depan.

  4. Dua Garis Biru (2019)

    Perwakilan Indonesia dalam genre ini, film karya Gina S. Noer menceritakan Bima (Angga Yunanda) dan Dara (Adhisty Zara) yang menghadapi konsekuensi dari keputusan mereka. Berlatar Jakarta, film ini menyorot komunikasi keluarga, tanggung jawab, dan pendidikan seksual di tengah kontras kesibukan kota.

  5. Little Women (2019)

    Adaptasi novel klasik oleh Greta Gerwig ini mengisahkan empat saudara perempuan March dengan jalan hidup dan impian berbeda. Dibintangi Emma Watson, Saoirse Ronan, Florence Pugh, dan Eliza Scanlen, Little Women mengajak penonton memahami bahwa setiap orang mengejar kebahagiaan dengan cara sendiri.

Mengapa genre ini tetap relevan?

Film coming-of-age tak sekadar menghibur. Mereka menawarkan refleksi tentang proses pendewasaan yang universal: persahabatan, konflik keluarga, cinta pertama, hingga pencarian identitas. Alur yang dekat dengan realitas membuat genre ini mudah diterima lintas generasi.

Penutup

Kelima judul tersebut menunjukkan ragam pendekatan pada tema remaja dari perspektif budaya berbeda. Untuk penonton yang ingin bernostalgia atau mencari kisah penguatan karakter, film-film ini layak ditempatkan dalam daftar tontonan.

Tiara Permata
Penulis
Tiara Permata

Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.

Berita Terkait