Kesehatan

Menkes: Karies Gigi Dominasi Temuan Cek Kesehatan Gratis

Bagikan:
Menteri Kesehatan menyampaikan hasil Program Cek Kesehatan Gratis

Menteri Kesehatan Budi Gunadi SadikinCek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau 59,6 juta peserta dan kini memasuki tahap pengobatan penyakit kronis. Pengumuman disampaikan dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat, 17 Juli 2026. Menkes juga menegaskan target 130 juta peserta hingga akhir 2026 tetap berada dalam jalur pencapaian.

Menurut Menkes, CKG menjadi fondasi perubahan paradigma pelayanan kesehatan yang beralih ke pencegahan. Deteksi dini diharapkan menjaga masyarakat tetap produktif dan menurunkan beban penyakit di masa depan.

“Semakin banyak masyarakat melakukan cek kesehatan, semakin dini penyakit ditemukan dan diobati. CKG menjadi investasi kesehatan bangsa dalam jangka panjang,” ucap Budi Gunadi Sadikin.

Perkembangan CKG dan target nasional

Program CKG sudah menjangkau 59,6 juta peserta selama pelaksanaan. Saat ini pemerintah mulai mengalihkan sebagian fokus dari skrining ke pemberian pengobatan rutin bagi penderita penyakit kronis, seperti hipertensi dan diabetes.

Pencapaian tersebut dinilai sebagai langkah awal menuju target 130 juta peserta pada akhir 2026. Pemerintah menyatakan target itu masih realistis dan dalam jalur pencapaian.

Temuan berbeda tiap kelompok usia

Data CKG enam bulan terakhir memperlihatkan temuan berbeda untuk setiap kelompok usia. Pada bayi, skrining pulse oximetry menemukan potensi penyakit jantung bawaan yang perlu tindak lanjut.

  • Lebih dari 490 ribu bayi menjalani skrining pulse oximetry hingga akhir Juni, dan 20.946 bayi memerlukan pemeriksaan lanjutan karena terindikasi kelainan.
  • Pada anak usia sekolah dan remaja, karies gigi menjadi masalah terbanyak, menyerang lebih dari 40% peserta.
  • Masalah lain yang sering ditemukan adalah anemia, hipertensi, serta gizi lebih dan obesitas.

Menkes menyebut kondisi tersebut mencerminkan double burden of malnutrition, yaitu gizi kurang dan gizi lebih yang terjadi bersamaan pada anak dan remaja.

Pengobatan dan pengendalian penyakit kronis

Program CKG kini diarahkan juga untuk memastikan pasien penyakit kronis mendapatkan pengobatan berkelanjutan. Hasil follow-up menunjukkan perbaikan kontrol penyakit pada sejumlah pasien.

  • 46,9% pasien hipertensi yang kembali diperiksa berhasil mengendalikan tekanan darah.
  • 69,4% pasien diabetes yang kembali diperiksa berhasil mengendalikan kadar gula darah.

“Sebanyak 69,4 persen pasien diabetes yang kembali diperiksa berhasil mengendalikan kadar gula darah. Tahun ini kami menargetkan separuh penderita menjalani pengobatan rutin dan terkendali,” ucap Menkes.

Dampak dan langkah ke depan

Menkes meyakini keberhasilan pengendalian penyakit kronis akan menekan angka kematian akibat penyakit jantung dan stroke. Oleh karena itu, skrining harus diikuti dengan pengobatan rutin yang konsisten.

“Skrining harus diikuti pengobatan rutin dan pengendalian penyakit. Itulah arah yang sedang kita bangun di Indonesia,” ucap Budi Gunadi Sadikin.

Program CKG diarahkan memperkuat upaya pencegahan melalui pengobatan rutin yang berkelanjutan dan menjadi dasar kebijakan kesehatan yang lebih tepat sasaran.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait