Xi Serukan Kerja Sama Global soal AI, Tolak Keamanan Berlebihan
Shanghai, Presiden Xi Jinping menyerukan kerja sama global dalam pengembangan dan tata kelola kecerdasan buatan (AI) pada konferensi World Artificial Intelligence Conference di Shanghai, Jumat. Ia menegaskan AI tidak boleh didominasi satu negara dan menolak praktik memperluas konsep keamanan nasional yang membatasi akses teknologi.
Inti pernyataan dan kekhawatiran soal keamanan
Dalam pidatonya, Xi menekankan bahwa pengembangan AI harus menjadi upaya bersama antarnegara. Pernyataan itu muncul di tengah pembatasan teknologi yang dipimpin Amerika Serikat dan menimbulkan perlombaan teknologi antara China dan AS.
"Pengembangan kecerdasan buatan tidak boleh menjadi penampilan solo oleh satu negara tetapi harus menjadi simfoni kerja sama global."
"Kita harus bersama-sama menentang praktik memperluas konsep keamanan nasional di bidang kecerdasan buatan, dan menempatkan keamanan sendiri di atas negara lain."
Janji bantuan dan kerja sama
Xi mengumumkan beberapa inisiatif untuk memperluas kerja sama AI China dengan negara berkembang. Dalam lima tahun ke depan, China akan menyediakan 5.000 kesempatan pelatihan di bidang AI untuk negara-negara berkembang.
Ia juga berjanji membuka akses sistem meteorologi AI buatan China kepada 30 negara untuk mendukung sistem peringatan dini.
Mitra dan organisasi baru
China menyatakan akan memperluas kerja sama AI dengan berbagai blok dan organisasi internasional berikut:
- Association of Southeast Asian Nations (ASEAN)
- League of Arab States
- African Union
- Community of Latin American and Caribbean States
- Shanghai Cooperation Organization
- Negara-negara BRICS
Sebelumnya, 29 negara menandatangani kesepakatan dengan China untuk membentuk World Artificial Intelligence Cooperation Organization, sebuah organisasi antar-pemerintah yang berkantor pusat di Shanghai dan bertujuan mendorong tata kelola AI global. Di antara tanda tangan terdapat Pakistan, Rusia, dan Kazakhstan.
Partisipasi industri dan perkembangan teknologi
Lebih dari 1.100 perusahaan dan 1.400 tamu menghadiri konferensi tahun ini. Salah satu yang menonjol, Huawei, memamerkan sistem komputasi AI kuatnya, Atlas 950 SuperPoD.
Beberapa analis teknologi menilai China kini sudah menjadi inovator di bidang AI, bukan sekadar mengejar ketertinggalan. Rencana lima tahun China hingga 2030 menempatkan AI sebagai prioritas perkembangan ilmu dan teknologi frontier.
Model AI sumber terbuka China, seperti DeepSeek, dinilai menarik dan sering lebih terjangkau untuk pasar berkembang dibanding model AS yang mayoritas tertutup.
Implikasi dan prospek
Pernyataan Xi mempertegas arah kebijakan China yang aktif membangun kapasitas AI dan memperluas pengaruh teknologinya lewat kerja sama internasional. Inisiatif pelatihan dan organisasi baru bisa mendorong adopsi teknologi China di negara berkembang, tetapi juga berpotensi memperdalam persaingan strategis dengan negara-negara yang memberlakukan pembatasan teknologi.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Peringatan 50 Tahun Enterprise, Cikal Bakal Pesawat Ulang-Alik
NASA memperingati 50 tahun Enterprise OV-101, pesawat prototipe yang membuka jalan bagi teknologi pesawat ul...
Indonesia Butuh Verifikasi Identitas dan Perlindungan Data yang Kuat
Ahli mendesak penguatan verifikasi identitas dan perlindungan data pribadi seiring layanan publik beralih ke...
iPhone 18 Pro, Pro Max dan Duo Kantongi 40% TKDN
Tiga model iPhone — 18 Pro, 18 Pro Max, dan iPhone Duo — tercatat memiliki 40% TKDN, langkah awal menuju pen...
Evaluasi Pemerintah: Roblox Paling Progresif Lindungi Anak, X dan Meta Kritis
Pemerintah nilai kemajuan perlindungan anak di platform digital tak merata; Roblox paling progresif, X dan M...
IHCBS 2026 Dorong AI Berpusat pada Manusia untuk Produktivitas
IHCBS 2026 di Tangerang menekankan kebijakan dan praktik AI berpusat pada manusia untuk meningkatkan produkt...
BRIN Pantau Anak Krakatau: Tidak Ditemukan Potensi Tsunami
BRIN: peningkatan aktivitas Anak Krakatau awal Sept 2026 belum memicu anomali muka air yang menunjukkan pote...