Mendag Tekankan Ratifikasi IP-CEPA untuk Perluas Pasar Amerika Latin
Menteri Perdagangan Budi Santoso mendesak pengesahan Indonesia-Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement (IP-CEPA) melalui Peraturan Presiden agar manfaat ekonomi perjanjian segera dirasakan. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Kamis, 16 Juli 2026. Tujuan utama adalah membuka akses ekspor Indonesia ke Peru dan memperluas pasar di kawasan Amerika Latin.
Manfaat ekonomi dan akses pasar
Budi menyebut Peru sebagai pintu masuk strategis bagi produk Indonesia menuju Amerika Selatan. Selain itu, perjanjian ini memberi akses ke kawasan Pacific Alliance dan membuka konektivitas menuju CPTPP yang mencakup populasi sekitar 649 juta jiwa.
IP-CEPA merupakan kerja sama yang strategis untuk memperluas akses pasar ke kawasan Amerika Latin. Dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional, sekaligus meningkatkan ekspor nasional, peluang investasi, penyerapan tenaga kerja
Perkembangan perdagangan bilateral
Mendag melaporkan kinerja perdagangan Indonesia-Peru menunjukkan tren positif. Pada periode 2021–2025, total perdagangan bilateral tumbuh 5,51 persen, sementara ekspor Indonesia ke Peru meningkat sekitar 4,60 persen. Struktur perdagangan kedua negara dinilai saling melengkapi sehingga tidak menimbulkan tekanan kompetitif signifikan terhadap industri domestik.
Selama 2021–2025, total perdagangan bilateral Indonesia dan Peru tumbuh 5,51 persen. Hal ini menunjukkan produk Indonesia telah memiliki daya saing di pasar Peru
Produk unggulan dan proyeksi ekspor
Produk ekspor utama Indonesia ke Peru antara lain kendaraan bermotor dan suku cadang, alas kaki, serta peralatan pendingin. Pemerintah menyatakan Indonesia mendapatkan manfaat berupa akses tarif untuk 7.257 pos tarif atau setara 90,68 persen dari total pos tarif Peru.
Produk Indonesia akan memperoleh manfaat dari IP-CEPA, kendaraan, suku cadang, minyak, lemak nabati, produk kulit, tekstil, pakaian jadi. Dengan berlakunya IP-CEPA, ekspor Indonesia ke Peru diproyeksikan mencapai USD745 juta pada 2045
Langkah implementasi pemerintah
Untuk mengoptimalkan pemanfaatan IP-CEPA, pemerintah berencana menyesuaikan aturan teknis dan sistem pendukung perdagangan. Langkah yang disiapkan meliputi:
- Penyesuaian tarif bea masuk dan aturan asal barang;
- Perubahan peraturan terkait TKDN dan peraturan turunan;
- Pemutakhiran sistem INSW serta penguatan karantina dan perlindungan konsumen;
- Sosialisasi kepada pelaku usaha, peningkatan daya saing produk, serta insentif dan pembiayaan ekspor untuk UMKM.
Pemerintah juga akan memperkuat sosialisasi kepada pelaku usaha, meningkatkan daya saing produk nasional, memperkuat sistem karantina, perlindungan konsumen. Standar mutu, dan keamanan produk, serta insentif dan pembiayaan ekspor
Realisasi anggaran Kementerian Perdagangan
Selain membahas IP-CEPA, Mendag memaparkan realisasi anggaran Kementerian Perdagangan untuk Tahun Anggaran 2025. Realisasi tercatat sebesar Rp1,531 triliun atau 98,62 persen dari pagu tanpa blokir, melampaui target 97 persen.
Realisasi anggaran ini melampaui target sebesar 97 persen yang sejalan dengan capaian Nilai Kinerja Anggaran Kementerian Perdagangan sebesar 92,31. Serta capaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Tahun 2025 sebesar 96,88 dengan predikat 'Sangat Baik'
Dengan dorongan ratifikasi IP-CEPA via Perpres, pemerintah berharap pemanfaatan perjanjian dagang ini berlangsung cepat, membuka peluang ekspor baru untuk pelaku usaha, termasuk UMKM, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...