Prancis vs Inggris: Perebutan Posisi Ketiga dan Sepatu Emas
Prancis akan menghadapi Inggris dalam laga perebutan posisi ketiga Piala Dunia 2026 pada Minggu, 19 Juli 2026. Pertandingan ini tak hanya menentukan peringkat akhir, tetapi juga berpotensi memengaruhi perburuan Sepatu Emas bagi pencetak gol terbanyak turnamen.
Latar belakang kedua tim
Kedua tim tersingkir di semifinal. Prancis kalah 0-2 dari Spanyol, sedangkan Inggris takluk 1-2 dari juara bertahan, Argentina. Karena itu, mereka akan saling adu gengsi untuk finis sebagai peringkat tiga.
Sejarah dan format perebutan posisi ketiga
Perebutan posisi ketiga pertama kali digelar pada Piala Dunia 1934, ketika Jerman mengalahkan Austria 3-2. Kompetisi ini sempat dihapus pada 1950, namun FIFA mengembalikannya sejak edisi 1954 dan mempertahankannya hingga kini.
Pengaruh pada perburuan Sepatu Emas
Gol pada laga ini tetap dihitung untuk perhitungan Sepatu Emas. Sejarah menunjukkan manfaat ini; Just Fontaine memanfaatkan laga perebutan posisi ketiga pada Piala Dunia 1958 untuk menambah golnya menjadi empat di pertandingan tersebut, sehingga mencatat rekor 13 gol dalam satu edisi yang belum terpecahkan sampai sekarang.
Peluang pemain dan statistik saat ini
Pada turnamen kali ini, beberapa penyerang papan atas masih berpeluang menambah koleksi golnya di pertandingan penentuan peringkat. Saat ini catatan gol teratas adalah:
- Kylian Mbappé (Prancis): 8 gol, 3 assist
- Lionel Messi (Argentina): 8 gol, 4 assist (memimpin perburuan karena jumlah assist lebih banyak)
- Harry Kane (Inggris): 6 gol, 1 assist
- Jude Bellingham (Inggris): 6 gol, 1 assist
Dengan hasil ini, Mbappé, Kane, dan Bellingham memiliki kesempatan untuk menambah torehan gol mereka dalam laga perebutan posisi ketiga. Messi tetap di posisi teratas berkat angka assist yang lebih banyak meskipun jumlah golnya sama dengan Mbappé.
Apa yang dipertaruhkan
Selain gengsi dan posisi akhir di klasemen, pertandingan ini berpotensi menentukan peraih penghargaan individu. Gol yang tercipta dapat mengubah peringkat top skor dan memberikan momentum psikologis untuk fase transisi kedua tim menuju kompetisi berikutnya.
Meski bukan final, laga ini tetap menyajikan intensitas tinggi karena masih banyak hal konkret yang bisa diperebutkan, baik secara tim maupun individu.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Merlier Rebut Etape 12, Kemenangan Ketiga di Tour de France 2026
Tim Merlier menang etape 12 Tour de France pada 16 Juli 2026 lewat sprint dramatis, meraih kemenangan ketiga...
Slavko Vinčić Pimpin Final Piala Dunia 2026 di MetLife
Slavko Vinčić ditunjuk memimpin final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol di Stadion MetLife, Seni...
Legenda Puji Luis de la Fuente Usai Antar Spanyol ke Final 2026
Legenda Spanyol memuji kepemimpinan Luis de la Fuente setelah mengantar La Roja ke final Piala Dunia 2026, t...
Indonesia Raih Emas di Kejuaraan Tinju Asia U-19/U-23
Indonesia meraih 1 emas, 1 perak, dan 5 perunggu di Asian Boxing U-19 & U-23 2026; penyelenggaraan dipuji ka...
Wamen Transmigrasi: Nobar Semifinal Piala Dunia Pererat Silaturahmi
Wamen Transmigrasi sebut nobar semifinal Piala Dunia 2026 pererat silaturahmi, tanamkan sportifitas, dan ber...
Randy Pertahankan Gelar, Quinn Ukir Sejarah di Pondok Indah
Randy A.M. Bintang pertahankan gelar Medco-Pondok Indah 2026; Quinn jadi juara putri termuda dengan catatan...