Indonesia Raih Emas di Kejuaraan Tinju Asia U-19/U-23
Indonesia menutup Asian Boxing U-19 & U-23 Championships 2026 dengan torehan terbaik dalam beberapa dekade: satu emas, satu perak, dan lima perunggu. Kejuaraan yang digelar selama 14 hari itu berlangsung di Jakarta dan diikuti 328 atlet dari 23 negara, dengan seluruh pertandingan berjalan tanpa satu pun walkover.
Rincian raihan dan partisipasi
Kompetisi mempertandingkan 40 nomor dan menampilkan hampir 300 pertandingan. Hasil ini melampaui target awal pengurus, meski persiapan atlet terbilang singkat.
- Emas: 1
- Perak: 1
- Perunggu: 5
- Durasi: 14 hari
- Peserta: 328 atlet dari 23 negara
Pencapaian ini disambut gembira oleh pengurus nasional sebagai hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk pembinaan atlet yang intens meski waktu persiapan terbatas.
Pujian dari pengurus dan pejabat internasional
Sekretaris Jenderal PP PERBATI, Hengky Silatang, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian putri dan keberhasilan menjadi tuan rumah.
"Sudah hampir 34 tahun kami mengidamkan ada kejuaraan tinju internasional digelar di Indonesia. Untuk pertama kalinya Indonesia meraih medali emas nomor putri di Kejuaraan Asia U-19," kata Hengky, Kamis 16 Juli 2026.
Hengky juga menegaskan bahwa target awal dibuat sederhana karena masa persiapan atlet hanya sekitar satu setengah hingga dua bulan.
Penilaian internasional: penyelenggaraan berkualitas
Sekretaris Jenderal Asian Boxing, Ali Mousa Mahmoud, memuji kualitas penyelenggaraan di Jakarta. Ia menyoroti aspek teknis yang jarang terjadi di turnamen besar.
"Dalam hampir 20 tahun saya berkecimpung di dunia tinju, saya belum pernah melihat turnamen dengan nol walkover," ujar Ali.
Ali menambahkan bahwa Indonesia kini masuk jajaran lima besar tinju di Asia dan patut diapresiasi. Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia siap untuk menggelar turnamen yang lebih besar.
"Saya yakin Indonesia bukan hanya siap menjadi tuan rumah Kejuaraan Asia, tetapi juga siap menyelenggarakan Kejuaraan Dunia," kata Ali.
Respons komunitas dan prospek ke depan
Olympian Athena 2004, Bonyx Saweho, menilai sukses ini sebagai momentum penting bagi pembinaan dan kebangkitan tinju nasional.
"Sebagai mantan atlet saya merasa sangat bangga melihat Indonesia kembali menjadi tuan rumah kejuaraan sebesar ini," kata Bonyx.
Ia berharap dukungan publik terus mengalir untuk menjaga tren prestasi pada event seperti SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade. Keberhasilan penyelenggaraan dan hasil atlet membuka peluang peningkatan investasi pembinaan serta peluang menjadi tuan rumah kejuaraan dunia.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Iva Jovic Pertahankan Gelar di Guadalajara, Kalahkan Stearns
Iva Jovic mempertahankan gelar Guadalajara Open setelah menaklukkan Peyton Stearns 6-4, 6-2 pada 20 Septembe...
Yoga Ardika Putra Sumbang Medali Teqball Indonesia di Asian Games
Yoga Ardika Putra meraih medali perunggu teqball Asian Games 2026 di Nagoya pada 20 September 2026, menambah...
Menpora Apresiasi Penampilan Kontingen Indonesia di Asian Games 2026
Menpora Erick Thohir memuji penampilan Kontingen Indonesia pada pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dan...
Wushu Seraf Sumbang Medali Pertama Indonesia di Asian Games
Seraf Naro Siregar menyumbang medali perunggu pertama Indonesia di Asian Games Aichi–Nagoya 2026 pada nomor...
Putri Indonesia Menang 3-0 atas Mongolia di Asian Games 2026
Tim bulutangkis putri Indonesia menang 3-0 atas Mongolia di Asian Games 2026 dan langsung lolos ke babak ber...
Sumaya ke Final Teqball Asian Games 2026, Bidik Emas
Sumaya melaju ke final teqball Asian Games 2026 di Nagoya dan akan hadapi Wai Khin Hnin; kelolosan ini memas...