Ubed Kalah di 16 Besar Japan Open 2026, Antonsen Lanjut
Moh Zaki Ubaidillah tersingkir dari Japan Open 2026 setelah kalah dari unggulan ketiga Denmark, Anders Antonsen, di babak 16 besar. Pertandingan digelar di Tokyo Metropolitan Gymnasium pada Kamis, 16 Juli 2026, dan berakhir 12-21, 19-21 dalam tempo 54 menit. Kekalahan ini membuat debut Ubed di level Super 750 berakhir lebih cepat dari harapan.
Hasil pertandingan
Ubed kalah dua gim langsung dari Antonsen, yang lebih banyak mengendalikan tempo permainan. Skor akhir tercatat 12-21, 19-21. Pertandingan berlangsung selama 54 menit dan berujung pada kemenangan Antonsen tanpa perlu gim penentuan.
Analisis dan pernyataan pemain
Ubed, 19 tahun, mengakui tekanan pada gim pertama membuatnya kesulitan membaca permainan lawan. Pada gim kedua, ia sempat menyesuaikan strategi namun masih kalah pada momen-momen akhir. Ia menyebut pengalaman Antonsen menjadi faktor penentu.
Di gim pertama tadi masih cukup kebingungan, masih tertekan dengan temponya dia. Di gim kedua pelan-pelan saya sudah mulai tahu cara mainnya dan bola-bolanya dia sudah saya jaga juga
Tapi di akhir-akhir, saya terpancing dengan permainan depannya dan dia sudah bisa antisipasi permainan saya
Ubed menilai Antonsen bermain rapi dan jarang melakukan kesalahan sendiri. Ia mengambil sisi positif dari kekalahan ini sebagai bahan pembelajaran untuk pengembangan permainan.
Hari ini dengan pengalamannya, Antonsen lebih bisa dan mengerti cara bermain yang tepat. Saya banyak belajar bagaimana dia sangat rapi dan tidak mau mudah mati sendiri
Respons terhadap debut dan rencana selanjutnya
Meski pulang lebih cepat, Ubed menyatakan bersyukur atas kemenangan di babak pertama dan pengalaman tampil di turnamen Super 750. Secara hasil ia mengaku belum puas, tetapi tetap melihat momentum untuk berkembang.
Cukup senang bisa menang di babak pertama kemarin, debut di Super 750 tapi secara hasil tentunya belum puas
Ubed juga disebut masuk daftar tunggu utama untuk China Open 2026 yang dijadwalkan 21–26 Juli. Ia berharap mendapat slot tampil dan berencana memaksimalkan waktu persiapan bila lolos.
Saya masih daftar tunggu nomor satu di China Open minggu depan, semoga bisa main tapi di sisa waktu ini saya mau persiapan lagi dengan baik
Implikasi
Kekalahan ini memberi gambaran bahwa transisi pemain muda ke level tinggi membutuhkan adaptasi taktikal dan pengalaman. Bagi Ubed, laga melawan Antonsen menjadi tolok ukur kemampuan dan area yang perlu diasah menjelang turnamen berikutnya.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
AS Roma Perpanjang Kontrak Dybala Cs dan Bidik Pellegrini
AS Roma memperpanjang kontrak Dybala, Zeki Celok, Mancini, dan Cristante; kini bidik Lorenzo Pellegrini deng...
Dua Atlet Muda Indonesia Tampil di World Climbing Youth Arco
FPTI mengirim Ardana Cikal dan Haddan Malik ke World Climbing Youth Arco 18–25 Juli 2026 untuk menambah jam...
Messi Tak Remehkan Spanyol Jelang Final Piala Dunia 2026
Messi memperingatkan bahwa Spanyol adalah lawan kuat menjelang final Piala Dunia 2026 dan menyebut banyak pe...
Pengamat Sayangkan Tuchel Ubah Strategi saat Inggris Unggul
Pengamat Irvan Oktavian menilai perubahan strategi Tuchel menjadi penyebab Inggris kebobolan dua gol akhir y...
Tujuh Pemain Persib Siap Bela Timnas di Piala AFF 2026
Tujuh pemain Persib bergabung di pemusatan latihan Timnas Indonesia di Bali sejak 5 Juli 2026 untuk persiapa...
Pangeran William Apresiasi Perjuangan Inggris di Piala Dunia 2026
Pangeran William memuji perjuangan timnas Inggris setelah kalah 1-2 dari Argentina di semifinal Piala Dunia...