IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan Ditopang Beli Asing
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat 17 Juli 2026. Kenaikan sebelumnya sebesar 1,10 persen membawa indeks ke level sekitar 6.108. Sentimen positif datang dari aksi beli investor asing dan data realisasi investasi triwulan II 2026.
Proyeksi pergerakan hari ini
Tim Analis Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan menguji area resistansi. Rentang yang disebut berada di antara 6.125–6.175. Jika tekanan beli berlanjut, indeks berpeluang menembus level tersebut.
"IHSG berpeluang melanjutkan penguatan. IHSG akan menguji area resistansi di rentang 6.125–6.175 pada perdagangan hari ini," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas.
Dukungan dari investor asing dan rupiah
Penguatan indeks didorong oleh kembalinya aksi beli investor asing. Pada penutupan sesi Kamis, tercatat beli bersih asing sebesar Rp283,41 miliar di pasar reguler.
Penguatan nilai tukar rupiah juga memperkuat sentimen. Rupiah ditutup menguat sekitar 0,46 persen ke posisi Rp17.986 per dolar AS, yang membantu menahan pelemahan saham berdenominasi USD.
"Momentum penguatan IHSG masih terjaga," ucap Tim Phintraco.
Realisasi investasi triwulan II 2026
Data Kementerian Investasi menunjukkan realisasi investasi mencapai Rp511,8 triliun pada triwulan II 2026. Angka ini tumbuh 7,1 persen secara tahunan dan setara dengan 25,1 persen dari target investasi nasional tahun ini.
Dari sisi sumber, komposisi investasi tercatat hampir seimbang: PMDN 49,6 persen dan PMA 50,4 persen. Phintraco menyoroti lonjakan investasi asing langsung yang eksklusi sektor keuangan dan migas.
"Investasi asing langsung mencapai rekor tertinggi sebesar Rp257,7 triliun dan merupakan pertumbuhan terkuat sejak triwulan IV 2024," ujar Tim Phintraco.
Sektor unggulan dan risiko
Sektor yang menarik investasi terbesar antara lain:
- Industri logam dasar
- Sektor jasa lainnya
- Sektor pertambangan
Phintraco menilai kenaikan investasi langsung menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi triwulan II 2026. Namun, ada catatan penting terkait komposisi investasi.
Tim analis mengingatkan bahwa ketergantungan pada investasi berbasis komoditas tetap menjadi risiko yang perlu diantisipasi. Diversifikasi investasi dinilai penting untuk menjaga resiliensi ekonomi dan pasar modal.
Secara keseluruhan, jika aliran dana asing dan kondisi makro tetap kondusif, IHSG memiliki peluang melanjutkan penguatan sambil menguji level resistansi yang disebutkan.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Bunga Utang Capai Rp394,1 T, APBN Agustus 2026 Defisit
Pembayaran bunga utang mencapai Rp394,1 triliun hingga Agustus 2026, membuat APBN tercatat defisit Rp240,1 t...
Pembiayaan Utang Capai Rp506 T hingga Agustus 2026
Realisasi pembiayaan utang neto Rp506 triliun hingga 31 Agustus 2026, setara 60,8% dari target APBN 2026; SB...
IHSG Melemah 0,33% ke 6.441,15 pada Penutupan Jumat
IHSG turun 0,33% ke 6.441,15 pada penutupan Jumat; volume 32,6 miliar saham dan nilai transaksi Rp19,2 trili...
Penerbitan SBN 2026 Tetap Sesuai Rencana, Defisit APBN 2,85%
Kemenkeu: penerbitan SBN hingga akhir 2026 on track untuk penuhi pembiayaan dan jaga outlook defisit APBN 2,...
Sharp Indonesia Raih Dua Penghargaan PR Pilihan Jurnalis 2026
Sharp Indonesia dan Andry Adi Utomo meraih dua penghargaan Journalists’ Choice di Indonesia PR of the Year 2...
AXA dirikan AXA Sharia Life untuk perluas proteksi syariah
AXA mendirikan AXA Sharia Life Insurance dan mendapat izin OJK untuk memperkuat layanan asuransi syariah di...