Ekonomi

Rosan: Realisasi Investasi 2026 Sesuai Target, Kepercayaan Investor Tinggi

Bagikan:
Rosan Roeslani melapor soal realisasi investasi 2026 kepada Presiden Prabowo

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani melaporkan realisasi investasi 2026 kepada Presiden Prabowo Subianto di kantor Presiden, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026. Rosan menyatakan komitmen investor tetap tinggi meski ada tantangan geopolitik global, sehingga realisasi investasi semester I dan triwulan II berjalan sesuai target nasional.

Realisasi investasi semester I dan triwulan II

Rosan menjelaskan realisasi investasi pada paruh pertama 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun, atau 49,5 persen dari target nasional sebesar Rp2.041,3 triliun. Untuk triwulan II, realisasi tercatat Rp511,8 triliun, tumbuh 7,1 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya dan setara dengan 25,1 persen dari target tahunan.

Sumber investasi dan alasan kepercayaan

Menurut Rosan, komitmen jangka panjang investor tetap kuat, terutama dari negara seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea. Ia menilai komunikasi pemerintah yang intens serta prospek imbal hasil menjadi faktor utama meningkatnya kepercayaan.

"Di tengah masih tantangan geopolitik maupun geografi dunia, alhamdulillah. Bisa saya sampaikan di sini komitmen dari para investor untuk berinvestasi langsung di Indonesia atau foreign direct investment ini masih in line,"

Rosan juga menyampaikan bahwa investor memahami adanya risiko, namun selama risiko tersebut bersifat terukur mereka memasukkannya dalam perhitungan investasi dan menilai potensi yield yang diharapkan.

"Mereka tahu untuk berinvestasi pasti ada risiko tetapi selama risiko itu adalah risiko yang mereka bilang itu terukur atau calculated risk, mereka bisa build in pada saat mereka investasi,"

Kebijakan pemerintah untuk menarik investor

Rosan menekankan upaya pemerintah menjaga dan meningkatkan iklim investasi melalui kebijakan yang memberikan kepastian hukum dan administratif. Salah satu langkah yang disebutnya adalah pemangkasan perizinan yang selama ini berbelit-belit.

"Kita juga selalu menjaga dan meningkatkan iklim, terutama iklim investasi dengan kebijakan-kebijakan yang makin baik. Ini juga direspons positif oleh para investor,"

Ia mengajak kementerian dan lembaga untuk menghilangkan ego sektoral, duduk bersama, dan menyelaraskan kebijakan demi meningkatkan iklim industri dan investasi.

"Kita buang ego sektoral, kita bicara, duduk dengan semua kementerian kemampuan badan dan instansi lainnya. Bagaimana kita sama-sama meningkatkan investasi iklim industri supaya menjadi lebih baik,"

Dampak terhadap penyerapan tenaga kerja

Rosan mencatat bahwa investasi yang terealisasi pada semester I 2026 menyerap 1.448.862 tenaga kerja, atau meningkat sekitar 15 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan efek langsung investasi terhadap penciptaan lapangan kerja.

Ke depan, pemerintah berupaya mempertahankan momentum ini melalui kebijakan yang menambah kepastian bagi investor dan percepatan perizinan. Targetnya adalah menjaga arus investasi asing tetap mengalir dan mendorong pemulihan ekonomi yang inklusif.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait