Kemendag Selaraskan Program Ekspor dengan Potensi Daerah
Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional menggelar Forum Koordinasi Pengembangan Ekspor Kewilayahan untuk wilayah Kalimantan, Bali, dan Nusa Tenggara pada 16 Juli 2026 di Jakarta. Kegiatan ini bertujuan menyelaraskan program pengembangan ekspor skala nasional dengan potensi komoditas dan kebutuhan masing-masing daerah. Forum mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha guna menyusun kebijakan ekspor yang lebih tepat sasaran.
Pendekatan berbasis kewilayahan
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi menekankan perlunya strategi yang disesuaikan dengan karakteristik tiap daerah. Ia menyatakan dialog antara pemerintah dan pelaku usaha penting untuk merumuskan langkah bersama. Dengan demikian, program ekspor tidak lagi seragam tetapi mempertimbangkan kesiapan pelaku usaha dan tantangan daerah.
Forum koordinasi menjadi ruang dialog untuk mendengarkan, bertukar informasi, serta menyusun langkah bersama dalam mendorong ekspor dari daerah. Kami menampung sejumlah masukan dari pemerintah daerah dan pelaku usaha agar dapat merancang program pengembangan ekspor tepat sasaran
Layanan terintegrasi untuk mendukung eksportir
Pemaparan dari Direktorat Jenderal menyebutkan berbagai layanan yang disiapkan untuk memperkuat daya saing provinsi dan pelaku usaha. Layanan ini dirancang sebagai rangkaian terintegrasi yang dapat diakses daerah sesuai kebutuhan.
- Informasi pasar dan akses pasar global
- Peningkatan kapasitas dan pendampingan eksportir
- Pengembangan produk dan pemenuhan standar ekspor
- Penjajakan bisnis dan promosi dagang internasional
Tantangan daerah dan usulan solusi
Perwakilan pemerintahan daerah dan pelaku usaha mengemukakan sejumlah kendala yang masih menghambat kegiatan ekspor. Isu utama meliputi kualitas produk, pemenuhan standar internasional, keterbatasan promosi, serta akses ke pembeli luar negeri.
- Peningkatan kualitas produk dan sertifikasi
- Akses pembeli internasional dan jaringan promosi
- Pendampingan untuk eksportir baru dan UMKM
Ali Wardana, Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop dan UKM Kalimantan Timur, mengusulkan kajian untuk membuka rute ekspor langsung dari wilayahnya. Menurutnya, aktivasi pelabuhan ekspor langsung yang dikelola dengan baik dapat memperpendek rantai distribusi dan menurunkan biaya logistik.
Respons pelaku usaha dan harapan tindak lanjut
Direktur PT Goldlif Reformasi Jaya, Febrianus Dake, menyambut baik forum yang digelar Kemendag. Ia berharap masukan dari forum menjadi bahan evaluasi dan melahirkan kebijakan yang konkret untuk mempermudah proses ekspor pelaku usaha.
Kami harap masukan yang diberikan pada forum dapat dijadikan bahan evaluasi. Selain itu, ada solusi konkret yang berdampak langsung kepada pelaku usaha yang kesulitan dalam ekspor
Forum ini menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga dan penyesuaian kebijakan menurut kondisi daerah. Selanjutnya, hasil diskusi diharapkan menjadi dasar rancangan program dan regulasi yang lebih responsif terhadap kebutuhan ekspor daerah di Indonesia.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...