IHSG Menguat pada Sesi I, Phintraco Perkirakan Uji Resistansi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada sesi I Jumat, 17 Juli 2026, berada di level 6.112,84. Penguatan ini dipicu oleh aksi beli investor asing dan didukung data realisasi investasi triwulan II 2026.
Pembukaan pasar dan proyeksi
Pada awal perdagangan, IHSG naik 4,632 poin atau 0,08 persen dari penutupan sebelumnya. Tim Analis Phintraco Sekuritas memproyeksikan indeks akan menguji area resistansi di rentang 6.125–6.175 pada hari yang sama.
"IHSG berpeluang melanjutkan penguatan. IHSG akan menguji area resistansi di rentang 6.125–6.175 pada perdagangan hari ini," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas.
Sentimen pendorong: aksi beli asing dan rupiah
Phintraco mencatat kembali masuknya aksi beli investor asing menjadi salah satu penguat pasar. Pada Kamis, tercatat net buy asing sebesar Rp283,41 miliar di pasar reguler.
Selain itu, penguatan nilai tukar rupiah memberi dukungan. Rupiah ditutup menguat sekitar 0,46 persen ke level Rp17.986 per dolar AS, memperlemah tekanan valuta asing terhadap pasar saham.
"Momentum penguatan IHSG masih terjaga," ujar Tim Phintraco.
Data investasi triwulan II 2026
Rilis Kementerian Investasi menunjukkan realisasi investasi triwulan II mencapai Rp511,8 triliun. Angka ini tumbuh 7,1 persen secara tahunan dan mencapai 25,1 persen dari target investasi nasional 2026.
Dari komposisi sumber modal, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menyumbang 49,6 persen, sementara Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai 50,4 persen.
"Investasi asing langsung mencapai rekor tertinggi sebesar Rp257,7 triliun dan merupakan pertumbuhan terkuat sejak triwulan IV 2024," ungkap Tim Phintraco.
Sektor yang menarik investasi dan risiko
Sektor industri logam dasar tercatat menarik investasi terbesar. Di belakangnya adalah sektor jasa lainnya dan sektor pertambangan.
- Industri logam dasar
- Sektor jasa lainnya
- Sektor pertambangan
Meski kenaikan investasi langsung memberi sinyal positif bagi pertumbuhan, Phintraco mengingatkan adanya risiko ketergantungan pada investasi yang ditopang komoditas. Risiko ini perlu diantisipasi agar tidak mengganggu stabilitas investasi ke depan.
Pergerakan IHSG selanjutnya akan dipengaruhi kombinasi sentimen global dan data domestik yang masih dirilis pekan ini, termasuk perkembangan nilai tukar dan aliran modal asing.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Bunga Utang Capai Rp394,1 T, APBN Agustus 2026 Defisit
Pembayaran bunga utang mencapai Rp394,1 triliun hingga Agustus 2026, membuat APBN tercatat defisit Rp240,1 t...
Pembiayaan Utang Capai Rp506 T hingga Agustus 2026
Realisasi pembiayaan utang neto Rp506 triliun hingga 31 Agustus 2026, setara 60,8% dari target APBN 2026; SB...
IHSG Melemah 0,33% ke 6.441,15 pada Penutupan Jumat
IHSG turun 0,33% ke 6.441,15 pada penutupan Jumat; volume 32,6 miliar saham dan nilai transaksi Rp19,2 trili...
Penerbitan SBN 2026 Tetap Sesuai Rencana, Defisit APBN 2,85%
Kemenkeu: penerbitan SBN hingga akhir 2026 on track untuk penuhi pembiayaan dan jaga outlook defisit APBN 2,...
Sharp Indonesia Raih Dua Penghargaan PR Pilihan Jurnalis 2026
Sharp Indonesia dan Andry Adi Utomo meraih dua penghargaan Journalists’ Choice di Indonesia PR of the Year 2...
AXA dirikan AXA Sharia Life untuk perluas proteksi syariah
AXA mendirikan AXA Sharia Life Insurance dan mendapat izin OJK untuk memperkuat layanan asuransi syariah di...