Ekonomi

Indonesia Tandatangani Pendirian WAICO dengan 30 Negara

Bagikan:
Penandatanganan dokumen pendirian WAICO oleh delegasi internasional di Shanghai

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menandatangani dokumen pendirian Organisasi Kerjasama Kecerdasan Artifisial Global (WAICO) bersama perwakilan 30 negara di Shanghai, Tiongkok, pada Kamis, 16 Juli 2026. Penandatanganan ini dilakukan sebagai bagian dari konferensi World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 dengan tujuan memperkuat kerja sama dan tata kelola AI yang inklusif serta berpusat pada manusia.

Siapa hadir dan bagaimana proses penandatanganan

Acara penandatanganan dihadiri oleh perwakilan dari 30 negara, termasuk beberapa negara besar. Keikutsertaan Indonesia dalam deklarasi tersebut atas arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Terbatas pada 13 Juli 2026. Selain penandatanganan, delegasi juga menggelar pertemuan bilateral dengan pemimpin global.

  • Beberapa negara peserta: Brazil, Rusia, Malaysia, Afrika Selatan

Tujuan dan komitmen Indonesia

Menurut Menko Airlangga, partisipasi Indonesia bertujuan memastikan pengembangan AI global sejalan dengan kepentingan manusia dan memberi manfaat merata, khususnya bagi negara berkembang. Ia menegaskan pentingnya pengelolaan AI yang aman, dapat dipercaya, dan beretika.

"Penandatanganan dokumen perjanjian pendirian WAICO menjadi tonggak penting bagi kita semua. Melalui wadah ini, Indonesia berkomitmen untuk berperan aktif menjembatani kesenjangan kemampuan teknologi secara global (bridging the AI divide),"

"Penggunaan AI harus dikelola agar lebih aman (safe), tepercaya (trustworthy), dan beretika (ethical),"

Rangkaian kegiatan dan pertemuan kunci

Penandatanganan berlangsung dalam rangkaian WAIC 2026. Sebelum menandatangani, delegasi Indonesia mengadakan pertemuan dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, serta Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres. Pertemuan ini menegaskan dialog lintas pemerintahan tentang arah kolaborasi AI di tingkat internasional.

Implikasi untuk negara berkembang dan langkah ke depan

Airlangga menyatakan bahwa WAICO akan menjadi forum antar pemerintah yang independen, fokus pada kerja sama AI di ranah sipil secara inklusif dan nondiskriminatif. Indonesia berharap organisasi ini membantu negara berkembang mengejar kemampuan teknologi dan menerapkan tata kelola AI yang menjunjung nilai kemanusiaan.

Ke depan, partisipasi Indonesia dalam WAICO diharapkan mendorong penyusunan standar bersama, pertukaran kapasitas teknis, dan kesempatan kolaborasi penelitian yang dapat mendukung pembangunan ekonomi dan sosial secara lebih merata.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait