Ekonomi

BBM Sumatra Utara Naik 125%: Antrean SPBU Mulai Terurai

Bagikan:
Antrean kendaraan di SPBU Medan yang mulai berkurang setelah peningkatan pasokan BBM

Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara meningkatkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) sebesar 125 persen untuk mengurai antrean di SPBU di Sumatra Utara. Langkah ini dilaksanakan sejak pertengahan Juli 2026 dan dipantau langsung oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) di Fuel Terminal Medan Group.

Kenaikan pasokan dan armada distribusi

Selain menaikkan pasokan, perusahaan menambah kapasitas armada mobil tangki sekitar 35 persen untuk mempercepat distribusi ke wilayah-wilayah terdampak. Penyaluran harian dilaporkan mencapai lebih dari 6.000 kiloliter pada periode 14–16 Juli 2026.

Pemantauan BPH Migas di lapangan

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, meninjau langsung kondisi stok dan bongkar muat di Fuel Terminal Medan Group. Dua kapal telah selesai membongkar jenis BBM tertentu seperti solar dan jenis BBM khusus penugasan pertalite.

“Sehingga dengan rutinitas masyarakat sehari-hari, insyaallah sudah dapat mengurai antrean di SPBU yang tersebar di wilayah Sumatra Utara ini,” ujar Wahyudi.

Realisasi kuota dan hambatan operasional

Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, menjelaskan bahwa realisasi penyaluran solar dan pertalite di daerah masih di bawah rata-rata nasional, sehingga tidak ada masalah dari sisi kuota yang ditetapkan.

“Realisasi ini (solar dan pertalite) masih di bawah rata-rata realisasi nasional, artinya tidak ada kendala dari sisi kuota yang telah ditetapkan,” ujar Fathul.

Namun ia menekankan bahwa kendala utama bersifat operasional distribusi, termasuk kebutuhan sistem peringatan dini untuk memantau armada.

“Kendala ini operasional, operasional distribusi. Perlu ada semacam early warning system (peringatan dini). Selain itu juga seluruh armada terlihat di pemantauan, apakah di jalan atau SPBU. Permasalahan ini harus bisa segera diselesaikan,” kata Fathul.

Dampak di lapangan: pengguna merasakan perbaikan

Beberapa pengguna di Kota Medan melaporkan antrean sudah berkurang. Samsuri, pengemudi ojek daring berusia 60 tahun, mengatakan pengisian BBM kini lebih lancar setelah beberapa hari sebelumnya mengalami kendala.

“Kepada masyarakat, beberapa hari yang lalu saya mengimbau agar bersabar karena ada kendala. Sekarang sudah mantap dan sudah lancar. Saya merasakannya langsung,” ucap Samsuri.

Pengemudi truk muda, Hasbi, juga menyatakan waktu tunggu di SPBU kini jauh lebih singkat.

“Terima kasih kepada pemerintah. BBM di Sumatra Utara sekarang sudah lancar,” katanya.

Koordinasi untuk normalisasi distribusi

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, memastikan operasional terus berjalan kondusif dan berharap peningkatan penyaluran menjadi tambahan stok SPBU guna mengurai antrean yang tersisa.

“Mudah-mudahan peningkatan penyaluran ini dapat menjadi tambahan stok di SPBU sehingga mampu mengurai antrean yang masih terjadi,” ujar Sunardi.

Pertamina Patra Niaga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk memastikan normalisasi distribusi energi berjalan optimal dan berkelanjutan.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait