Ekonomi

Balai Yasa Cirebon Rawat 51 Mesin Perawat Rel Jawa

Bagikan:
Teknisi merawat mesin perawat jalan rel di Balai Yasa Cirebon Prujakan

Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan tengah menjalankan program perawatan terhadap 51 unit mesin perawat jalan rel untuk menjaga keandalan lintasan kereta di Pulau Jawa. Manajemen KAI merilis data kinerja perawatan ini pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Jumlah dan progres perawatan

Sejauh ini, 22 unit telah selesai menjalani perawatan berkala. Tujuh unit lain masih dalam proses pengerjaan teknis di bengkel utama Balai Yasa yang berlokasi di Jalan Kesambi Nomor 2, Kota Cirebon, Jawa Barat.

Fasilitas ini telah menyelesaikan total 125 pekerjaan perawatan mesin sejak 2024. Hasil perbaikan nantinya akan didistribusikan ke sembilan daerah operasi kereta api di Jawa.

Fungsi mesin dan proses perawatan

Mesin perawatan jalan rel berperan memastikan kondisi geometris rel tetap stabil dan sesuai standar teknis. Perawatan mengikuti siklus tahunan dengan skema P12, P24, dan P48, sesuai tingkat kebutuhan dan usia mesin yang bervariasi sejak produksi 1984.

Peralatan ini membantu pengangkatan jalur, pengaturan tinggi rel, hingga pemadatan batu balas. Batu balas berfungsi menopang bantalan rel dan mendistribusikan beban kereta secara merata.

  • Mengoreksi posisi rel
  • Mengatur ketinggian rel
  • Memadatkan batu balas
  • Menata material di sekitar bantalan
  • Mendukung pekerjaan pada wesel

“Perjalanan kereta api yang aman memerlukan kondisi rel yang stabil dan sesuai standar teknis. Mesin perawatan jalan rel membantu menjaga kondisi tersebut. Karena itu, setiap mesin perlu dipastikan andal sebelum kembali digunakan di lintas,”

Sumber daya dan standar keselamatan

Balai Yasa Cirebon didukung puluhan pekerja ahli dengan kompetensi teknik. Manajemen menekankan bahwa keandalan mesin sangat bergantung pada ketelitian pekerja dalam pemeriksaan, perbaikan, pemasangan, dan pengujian akhir.

“Setiap mesin mempunyai fungsi yang berbeda. Ada mesin yang mengoreksi posisi rel, memadatkan batu balas, menata material di sekitar bantalan, dan membantu pekerjaan pada wesel. Seluruh fungsi tersebut saling mendukung agar jalur tetap aman dilewati kereta api,” ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.

Selain aspek teknis, bengkel juga menerapkan sistem manajemen lingkungan untuk mencegah pencemaran di sekitar lokasi kerja.

“Keselamatan perjalanan dibangun dari banyak pekerjaan yang berlangsung di belakang layar. Kesiapan rel di lapangan, keandalan mesin perawatan, kompetensi pekerja, serta disiplin dalam setiap proses menjadi bagian yang saling terhubung untuk menjaga perjalanan kereta api di seluruh Jawa,” kata Wisnu Pramudya, Executive Vice President Corporate Secretary KAI.

Dampak dan distribusi

Perawatan rutin ini diharapkan meningkatkan keandalan operasional kereta dan mengurangi risiko gangguan lintas. Setelah selesai, unit-unit mesin akan kembali beroperasi di berbagai daerah untuk memastikan seluruh jalur di Jawa tetap aman dan layak dilintasi.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait