Investasi Lingga Lampaui Target Provinsi, Capai Rp57,8 Miliar
Kabupaten Lingga mencatat realisasi investasi sebesar Rp57,8 miliar atau 116% dari target Provinsi Kepulauan Riau hingga pertengahan 2026. Data ini disampaikan setelah ekspos laporan peta potensi investasi yang digelar DPMPTSP Provinsi Kepulauan Riau pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Realisasi dan komposisi investasi
Nilai investasi tersebut merupakan gabungan dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Angka capaian yang melebihi target provinsi menunjukkan peningkatan minat investor terhadap peluang usaha di Lingga.
Pendorong capaian: perizinan dan koordinasi
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lingga, Widi Satoto, menilai pencapaian ini tidak lepas dari perbaikan layanan publik. Pemerintah daerah mempercepat proses perizinan dan menjaga transparansi sesuai regulasi.
Koordinasi lintas instansi dan upaya menciptakan iklim investasi yang kondusif turut menjadi faktor penting.
Widi menyatakan langkah-langkah tersebut memberikan kepastian hukum dan waktu bagi pelaku usaha, sehingga investor lebih percaya menanam modal di daerah.
Dampak ekonomi lokal
Menurut Widi, masuknya investasi mulai memberi dampak nyata bagi perekonomian Lingga. Secara makro, capaian itu memperlihatkan tren positif. Secara mikro, investasi turut membuka lapangan kerja dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Walaupun secara nominal masih tergolong kecil, namun secara persentase capaian ini telah melampaui target yang ditetapkan. Ini menunjukkan Lingga memiliki daya tarik bagi investor.
Sektor unggulan dan strategi promosi
Saat ini investasi di Lingga masih didominasi sektor perkebunan dan pertambangan. Namun, pemerintah daerah aktif mempromosikan sektor lain yang dianggap potensial, antara lain:
- Perikanan
- Pariwisata
- Industri pengolahan
- Sektor strategis lain dengan prospek pertumbuhan
Widi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga stabilitas dan keamanan daerah. Menurutnya, iklim yang aman merupakan prasyarat penting agar kepercayaan investor tetap terjaga.
Ke depan, pemerintah Kabupaten Lingga berfokus mempertahankan momentum ini melalui peningkatan layanan perizinan dan promosi terpadu agar realisasi investasi berlanjut dan berdampak lebih luas pada kesejahteraan masyarakat.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Sertifikasi Halal Jadi Modal UMKM Bangun Kepercayaan Konsumen
Sertifikasi halal harus dijalankan sebagai komitmen produksi bagi UMKM agar kepercayaan konsumen terjaga; pr...
Peran BUMN Minerba Perlu Diperkuat, Setoran Negara Belum Optimal
Pemerintah diminta memperkuat peran BUMN di sektor minerba karena kekayaan USD4 triliun belum tercermin pada...
Literasi Keuangan Diperkuat untuk Cegah Aktivitas Ilegal
Anis Byarwati minta literasi keuangan diperkuat melalui kolaborasi DPR, OJK, BSI, dan media untuk cegah akti...
Menkop Dorong Koperasi Manfaatkan Dana Bergulir di Borobudur Expo
Menteri Koperasi mendorong pemanfaatan dana bergulir lewat LPDB di Borobudur Expo 17-20 Sept 2026 untuk memp...
Harga Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Naik 19 Sept 2026
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian naik pada 19 Sept 2026, masing-masing Rp16.000 dan Rp15.000 per gra...
Harga Emas Antam Naik Rp15 Ribu, Menguat Empat Hari Beruntun
Harga emas Antam naik Rp15.000 menjadi Rp2.638.000/gram pada 19 September 2026, memperpanjang penguatan empa...