Menbud Pantau Kondisi Cagar Budaya Pascagempa di NTT
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan pihaknya belum menerima laporan kerusakan cagar budaya pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pernyataan itu disampaikan saat ia ditemui di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta Pusat, Minggu, 16 Agustus 2026. Pemerintah tetap memantau aset budaya dan rumah adat secara berkala untuk memastikan keselamatan warisan budaya.
Pemantauan dan laporan kerusakan
Fadli menjelaskan laporan mengenai kondisi cagar budaya terus diperbarui sesuai proses penanganan gempa. Menurutnya, sebagian besar kerusakan yang tercatat hingga kini terjadi pada rumah penduduk dan bangunan beton di wilayah terdampak. Namun, ia menegaskan belum ada temuan kerusakan pada cagar budaya.
Sejauh ini belum ada laporan kerusakan cagar budaya, aset budaya, maupun rumah adat akibat gempa di NTT tersebut
Ia mengatakan Kementerian Kebudayaan akan memeriksa laporan terbaru untuk memastikan kondisi seluruh aset budaya yang terdampak. Pemantauan dilakukan bekerja sama dengan unit di daerah untuk mendapatkan data lapangan yang akurat.
Bantuan dan respons cepat pemerintah
Selain pemantauan budaya, pemerintah telah menyalurkan bantuan logistik ke NTT. Fadli menyebutkan pemerintah mendistribusikan sekitar 50 ribu paket sembako untuk memenuhi kebutuhan medis dan pangan masyarakat terdampak.
Kita terus melakukan monitoring melalui Balai Pelestarian Kebudayaan yang ada di sana. Mudah-mudahan saudara kita di NTT diberi kekuatan, dan respons pemerintah atas arahan Presiden berlangsung cepat
Sejumlah menteri dan pejabat terkait juga langsung berangkat ke lokasi untuk menilai kebutuhan riil masyarakat. Langkah ini bertujuan mempercepat tanggap darurat dan memetakan prioritas bantuan.
Tahap rehabilitasi dan mitigasi risiko susulan
Fadli berharap jumlah korban tidak bertambah dan tidak terjadi gempa susulan yang memperburuk kondisi. Ia mengingatkan bahwa persiapan langkah rehabilitasi perlu dilakukan sejak dini agar pemulihan lingkungan dan kehidupan masyarakat berjalan terarah.
Mudah-mudahan jumlah korban tidak bertambah dan tidak ada musibah susulan, sehingga kita bisa masuk tahap rehabilitasi
Kementerian Kebudayaan menegaskan akan terus memantau aset budaya sambil menunggu laporan tambahan dari daerah terdampak. Pemantauan diharapkan dapat menjaga warisan budaya tetap terlindungi selama proses tanggap darurat dan pemulihan berlangsung bertahap.
Dengan pengawasan yang berkelanjutan, pemerintah berharap kerusakan pada cagar budaya dapat terdeteksi dini dan segera ditangani agar nilai sejarah dan identitas lokal tetap terjaga.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Prabowo Pimpin Ziarah Nasional di TMP Kalibata Jelang 17 Agustus
Presiden Prabowo memimpin Ziarah Nasional dan Renungan Suci di TMP Kalibata, 16 Agustus 2026, untuk mengenan...
Pengamanan Ketat TMP Kalibata Jelang Renungan Suci HUT ke-81
Petugas gabungan memperketat pengamanan di TMP Kalibata menjelang Renungan Suci HUT ke-81; pemeriksaan dan r...
Warga Antusias Ikut Upacara HUT ke-81 di Istana Merdeka
Warga antusias berebut 8.900 tiket undangan untuk mengikuti upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka; pengambi...
Polri Kirim 10 K9 dan 2,5 Ton Logistik untuk Korban Gempa NTT
Polri kirim 21 personel, 10 anjing K9, dan 2,5 ton logistik ke NTT pada 16 Agustus 2026 untuk membantu penan...
Renungan Suci HUT ke-81 RI: Merawat Warisan Perjuangan Pahlawan
Renungan Suci HUT ke-81 RI di TMP Kalibata dipimpin Presiden, mengajak masyarakat merawat warisan pahlawan l...
WN Korsel Gagalkan Penyelundupan Delapan Biawak di Soetta
Delapan biawak dilindungi ditemukan dalam koper WN Korsel di Bandara Soekarno-Hatta; tersangka ditetapkan da...