Nasional

Mobilitas Orang Tua Hambat Kehadiran Siswa di Asmat, Ungkap Kadis Pendidikan

Bagikan:
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat membahas kehadiran siswa

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat, Barbalina Toisuta, menyatakan mobilitas orang tua menjadi kendala utama kehadiran siswa di sekolah. Pernyataan itu disampaikan saat Barlbina ditemui di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat, Sabtu, 15 Agustus 2026. Menurutnya, pola mata pencaharian yang berpindah-pindah menyebabkan anak tercatat sebagai peserta didik tetapi tidak konsisten hadir.

Mobilitas keluarga pengaruhi kontinuitas belajar

Barbalina menjelaskan sebagian masyarakat Asmat menggantungkan hidup pada kegiatan meramu dan mencari sumber penghidupan yang berpindah lokasi. Akibatnya, keluarga sering berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

“Mereka pekerjaan itu tidak tetap, jadi sebentar orang tua berpindah. Sebentar sudah mata pencaharian di misalnya menanam ini selesai, mereka pindah lagi,”

Perpindahan orang tua itu berimbas langsung pada anak. Meski terdaftar di sekolah, kehadiran siswa menjadi rendah dan tidak teratur.

“Jadi itu tidak tetap sehingga yang menjadi kendala kami itu anak-anak ini. Orang tua semua jalan, akhirnya anak-anak juga dibawa,”

Barbalina menambahkan dalam kondisi tertentu siswa hanya dapat mengikuti pembelajaran beberapa hari dalam seminggu. Ia memberikan gambaran, beberapa anak mungkin hadir satu sampai dua hari sepekan, lalu ikut orang tua pindah lagi.

Geografis dan akses transportasi jadi kendala tambahan

Selain mobilitas keluarga, kondisi geografis wilayah Asmat memperparah masalah. Jarak antarkampung dan distrik yang jauh serta keterbatasan sarana transportasi membuat akses ke sekolah tidak selalu mudah.

Situasi geografis tersebut memengaruhi pemerataan layanan pendidikan, karena tidak semua anak memiliki akses rutin ke fasilitas belajar yang memadai.

Dukungan orang tua dan upaya pemerintah

Barbalina juga menyebut perlunya penguatan dukungan orang tua terhadap pendidikan anak. Ia menekankan pentingnya memahami kondisi sosial dan pola hidup masyarakat ketika merancang solusi pendidikan di Asmat.

“Kami sangat bersyukur dengan Pak Bupati. Beliau memang punya visi misi yaitu peningkatan kualitas pendidikan,”

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, Pemerintah Kabupaten Asmat terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan sebagai bagian dari visi dan misi bupati. Namun, Barbalina menegaskan solusi harus mempertimbangkan karakteristik lokal agar kehadiran dan pembelajaran siswa lebih konsisten.

Perbaikan akses, pendekatan yang sensitif terhadap pola hidup masyarakat, dan keterlibatan orang tua menjadi langkah penting untuk meningkatkan kehadiran siswa dan efektivitas pendidikan di Asmat ke depan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait