MPR Batalkan Pelaksanaan Ulang LCC Kalbar, Tekankan Evaluasi
Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI memutuskan tidak melanjutkan rencana pelaksanaan ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar di Kalimantan Barat. Keputusan ini diambil pada Senin, 18 Mei 2026, setelah dua sekolah finalis memilih menyelesaikan persoalan secara damai dan menolak pelaksanaan ulang.
Keputusan dan reaksi sekolah
Sekretaris Jenderal MPR, Siti Fauziah, membacakan surat dari SMA Negeri 1 Pontianak yang memuat delapan poin terkait polemik lomba. Sekolah menegaskan langkah yang diambil hanya untuk meminta klarifikasi mekanisme lomba agar transparan.
"Sejak awal SMA Negeri 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba. Melainkan untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi,"
SMA Negeri 1 Pontianak menyatakan menghormati hasil lomba dan mendukung SMA Negeri 1 Sambas sebagai wakil Kalbar di tingkat nasional. Sekolah juga meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi dan menolak pelaksanaan ulang.
Alasan MPR menghentikan rencana ulang
Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Abraham Liyanto, mengatakan keputusan mengikuti sikap kedua sekolah setelah menerima pernyataan serupa dari SMA Negeri 1 Sambas. Sebelumnya, MPR sempat mempertimbangkan evaluasi dan rencana ulang setelah menemukan perbaikan dalam penjurian.
"Setelah menerima pernyataan dari kedua sekolah, Pimpinan MPR memutuskan mengikuti sikap tersebut,"
Meski membatalkan pelaksanaan ulang, MPR menegaskan evaluasi tetap akan dilakukan menyeluruh terhadap pelaksanaan LCC Empat Pilar di Kalbar.
Rencana evaluasi dan perbaikan penjurian
Menurut Abraham, evaluasi akan mencakup mekanisme penjurian dan kualitas penyelenggaraan. Ke depan, juri akan dibuat lebih profesional dengan melibatkan akademisi dan pakar hukum tata negara di setiap daerah.
"Ke depan juri akan lebih profesional, melibatkan akademisi, dan anggota MPR RI juga dapat hadir. Karena ini sebagai bentuk dukungan, namun tidak menjadi juri,"
Langkah ini dimaksudkan untuk memperkuat kredibilitas lomba dan mencegah kontroversi serupa di masa mendatang.
Tujuan program dan langkah selanjutnya
MPR juga akan memperkuat kualitas sosialisasi Empat Pilar, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Abraham menyebutkan data Litbang Kompas yang menunjukkan baru sekitar 25 persen masyarakat Indonesia memahami Empat Pilar.
"Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat pemahaman generasi muda tentang kebangsaan, demokrasi, toleransi, dan persatuan," ujar Abraham.
MPR menyatakan akan melanjutkan pelaksanaan LCC Empat Pilar di daerah lain dengan sejumlah perbaikan sistem dan peningkatan kualitas penyelenggaraan. Evaluasi menyeluruh diharapkan meningkatkan transparansi dan profesionalisme lomba ke depan.
Berita Terkait
MCB Luncurkan 'Rebahan di STOVIA' Ajak Milenial Rasakan Sejarah
Museum Kebangkitan Nasional luncurkan 'Rebahan di STOVIA' pada 20 Mei 2026, menawarkan pengalaman imersif as...
Polda Metro Jaya Tangkap 16 Pelaku Begal, Motif: Ekonomi & Narkoba
Polda Metro Jaya menangkap 16 pelaku begal (18–20 Mei 2026); motif utama ekonomi dan pembelian narkoba, bebe...
Alasan Ratusan Meriam Dipamerkan di Museum Kebangkitan Nasional
Kepala Museum jelaskan ratusan meriam Joseph L. Spartz dipamerkan di Museum Kebangkitan Nasional untuk menon...
PLN Resmikan SPKLU Tanjung Priok, Capai SPKLU ke-5.000
PLN meresmikan SPKLU Center di Tanjung Priok pada 21 Mei 2026, menandai SPKLU ke-5.000 dan memperkuat infras...
Harkitnas 2026: F-PKS Ajak Perkuat Kedaulatan dan Persatuan
F-PKS minta Harkitnas 2026 jadi momentum memperkuat persatuan dan kedaulatan, sambil mendorong kemandirian d...
Magang Nasional Batch 4 2026: Syarat, Target 150.000, dan Gaji
Kemnaker menargetkan 150.000 peserta Magang Nasional Batch 4 2026; simak syarat pendaftaran dan daftar uang...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!