MCB Luncurkan Museum Passport Mulai Juni 2026
Museum dan Cagar Budaya (MCB) mengumumkan peluncuran Museum Passport untuk meningkatkan pengalaman pengunjung museum di Indonesia. Pengumuman disampaikan saat peringatan Hari Museum Internasional pada 18 Mei 2026 di Museum Nasional, Jakarta. Kepala MCB Indira Estiyanti Nurjadin menyatakan passport ini akan tersedia mulai Juni 2026 dan dapat diperoleh melalui IHA Shop di museum-museum yang dikelola MCB.
Peluncuran dan akses publik
Program diumumkan oleh Indira seusai orasi kebudayaan pada perayaan Hari Museum Internasional. Menurut Indira, inisiatif ini merupakan langkah untuk menambah atraksi serta keterlibatan pengunjung di museum-museum nasional. Passport dapat diambil pengunjung di loket IHA Shop yang berada di museum-museum di bawah pengelolaan MCB.
Apa isi Museum Passport dan tujuannya
Museum Passport berfungsi sebagai buku jejak partisipatif yang mendorong masyarakat menjelajahi museum-museum Indonesia. Salah satu fitur utama adalah pengumpulan stempel perjalanan budaya yang menandai kunjungan ke berbagai institusi.
Museum Passport bukan sekadar buku cap kunjungan, melainkan undangan untuk membangun hubungan mendalam antara publik dengan warisan budayanya, kata Indira Estiyanti Nurjadin.
Selain stempel, passport dimaksudkan agar pengunjung merekam pengalaman pribadi mereka saat mengenal warisan peradaban bangsa. Tujuannya adalah menumbuhkan rasa kepemilikan publik terhadap koleksi dan ruang budaya.
Kolaborasi dan dukungan
Inisiatif ini merupakan bagian dari kolaborasi lintas sektor yang dibangun MCB dengan semangat pelayanan publik. Program mendapat dukungan dari PAPERINA sebagai mitra strategis dalam pengembangan inovasi tersebut.
Indira menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak cukup jika hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau pengelola museum. Menurutnya, perlu keterlibatan dunia usaha, komunitas kreatif, akademisi, serta masyarakat luas agar museum berkembang sebagai ruang budaya yang hidup.
Respon kementerian dan relevansi budaya material
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyambut baik peluncuran Museum Passport dan mengapresiasi peran asosiasi serta pihak-pihak yang terlibat. Ia menilai pendekatan ini serupa dengan program internasional yang memperluas partisipasi publik, seperti Culture Passport di Jerman.
Bagi Indonesia, Museum Passport yang diluncurkan MCB dapat menjadi langkah awal yang penting, kata Fadli Zon, seraya menekankan relevansi benda budaya material di era digital.
Fadli Zon menambahkan bahwa bentuk budaya material seperti passport ini memberi jejak personal yang sulit digantikan oleh format digital semata. Kehadiran benda yang dapat dipegang memberi nilai pengalaman tersendiri bagi pengunjung museum.
MCB berharap program ini mendorong lebih banyak kunjungan dan membuat museum lebih dekat dengan masyarakat. Dengan keterlibatan publik, museum diharapkan berkembang menjadi ruang budaya yang dinamis dan terasa sebagai milik bersama.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BGN Bongkar Potongan Rp1.500–Rp2.000 per Porsi MBG
BGN temukan potongan Rp1.500–Rp2.000 per porsi MBG yang menurunkan kualitas makanan; BGN ancam putus kerja s...
KM Virgo Ditarget Diangkat Oktober 2026
PT Virgo Karya menargetkan pengangkatan KM Virgo di Laut Jawa pada Oktober 2026 setelah komunikasi positif d...
Gempa M5,9 Sumba Barat Daya Tak Berpotensi Tsunami
BMKG: gempa M5,9 di Sumba Barat Daya (4 Okt 2026) tak berpotensi tsunami; warga diminta waspada terhadap ban...
Basarnas Hentikan Penyelaman KM Virgo Transport 8
Basarnas menghentikan penyelaman KM Virgo Transport 8 pada hari ke-21 karena kondisi jasad dan struktur kapa...
Peringatan 4 Oktober: Dari Hari Hewan hingga Pekan Antariksa
4 Oktober menandai Hari Hewan Sedunia, Hari Jadi Banten, awal Pekan Kesadaran Penyakit Mental, dan pembukaan...
Pemerintah Didesak Sesuaikan PTKP Sesuai Laju Inflasi
Pakar dan buruh mendesak penyesuaian PTKP yang belum berubah sejak 2016 untuk menjaga daya beli; keputusan a...