Lokal

Bobby: Transaksi Misi Dagang Jatim–Sumut Capai Rp2,5 T, UMKM Butuh Kurasi

Bagikan:
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution berbicara di acara misi dagang Jatim-Sumut di Medan

Medan, 29 September — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan transaksi pada Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur–Sumut menembus Rp2,5 triliun. Namun ia menekankan ada pekerjaan rumah penting: kesiapan pelaku UMKM Sumatera Utara memenuhi standar pasar.

Nilai transaksi dan masalah kurasi UMKM

Penjelasan itu disampaikan Bobby saat membuka acara bertajuk “Meningkatkan Jejaring Konektivitas antara Jawa Timur dan Sumatera Utara” di Ballroom Hotel Grand Mercure, Medan, Selasa (29/9). Acara juga dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta puluhan pelaku usaha dari kedua provinsi.

Bobby merujuk data yang disampaikan Kepala Dinas Perindag-ESDM, bahwa nilai transaksi hingga pukul 10.00 WIB tercatat mencapai Rp2,288 triliun. Meski angka besar, Bobby menyebut kurasi pelaku UMKM menjadi tantangan utama bagi Sumut.

“Kalau saya pidato dan di belakang masih ramai, berarti transaksinya bisa meningkat. Namun ini menjadi tantangan bagi Sumatera Utara, bagaimana mengkurasi (pemenuhan standar) para pelaku UMKM,”

Arah kerja sama: lebih dari sekadar jual beli

Bobby meminta misi dagang tidak berhenti pada transaksi jual beli semata. Ia berharap kegiatan ini berlanjut ke bentuk kerja sama usaha yang lebih luas sehingga produk UMKM dari kedua provinsi bisa menembus pasar nasional.

Menurutnya, kerja sama antardaerah juga merupakan langkah antisipasi menghadapi tekanan ekonomi global yang mempersulit upaya menarik investasi asing.

“Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kita. Oleh karena itu, hari ini yang punya potensi besar adalah sektor UMKM. Karenanya Sumatera Utara mencoba mengganti pendekatan kepada para pelaku UMKM,”

Pelatihan, seleksi, dan target transaksi

Bobby menilai proses kurasi—mulai dari seleksi, pelatihan, hingga pemahaman pasar—merupakan bagian penting pengembangan UMKM. Kegiatan seperti misi dagang juga berfungsi sebagai ajang pembelajaran bagi pelaku usaha.

Ia memberi tugas kepada Kepala Dinas Perindag-ESDM Dedi Jaminsyah Putra Harahap agar neraca perdagangan Sumut terus naik dan stabil. Bobby bahkan mematok target yang lebih tinggi untuk misi dagang berikutnya.

“Kalau bisa berikutnya, angka Rp2 triliun bisa meningkat menjadi Rp4 triliun,”

Respons Jawa Timur dan dukungan institusi

Gubernur Khofifah menilai kegiatan ini menambah nilai bagi kedua provinsi dengan memperkuat jejaring pelaku usaha. Ia menyambut rencana kunjungan balasan dari Sumut ke Jawa Timur dalam misi serupa.

“Saya rasa kita bisa membangun keseimbangan antara Jatim dan Sumatera Utara. Seperti pelaku usaha dari Jawa Timur, ada yang menjual kopi, ada yang membeli. Bayangan saya, itu Kopi Sidikalang yang brand-nya luar biasa. Nah, PR kita sama-sama Pak Gub, bagaimana produksi kita ditingkatkan,”

Acara ini dihadiri pula Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Kepala OJK, BPS, Kadin, HIPMI, Gekraf, IWAPI, serta perwakilan organisasi dan pelaku usaha lainnya, termasuk Bupati Probolinggo Muhamad Haris Damanhuri.

Momentum misi dagang ini diharapkan menjadi titik awal penguatan kapasitas UMKM Sumut agar dapat memanfaatkan peluang pasar yang terbuka di dalam negeri maupun antardaerah.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait