Lokal

Semarak CFD Langsa Ramai, Momentum Peringati Hari Badak Sedunia

Bagikan:
Kerumunan warga dan kegiatan Car Free Day di Lapangan Merdeka Langsa

Langsa — Car Free Day (CFD) yang digelar Pemerintah Kota Langsa pada Minggu (4/10) di Lapangan Merdeka berlangsung meriah dengan ribuan pengunjung. Warga memadati area bebas kendaraan untuk mengikuti kegiatan olahraga, hiburan, lapak UMKM, serta layanan publik dari Pemko. Acara ini juga dimanfaatkan sebagai momentum pendidikan lingkungan menyambut Hari Badak Sedunia.

Ragam kegiatan yang menarik warga

Panitia dan Pemko menyajikan beragam aktivitas sepanjang pagi hingga siang. Kegiatan yang digelar antara lain senam bersama, jalan santai, live music, serta stan UMKM dan layanan publik. Kehadiran fasilitas tersebut membuat CFD menjadi titik pertemuan masyarakat untuk berolahraga sekaligus berbelanja.

  • Senam bersama dan jalan santai
  • Pentas live music dan hiburan
  • Lapak UMKM dan bazar
  • Layanan publik dari Pemerintah Kota Langsa

Sahabat Leuser dan kampanye pelestarian satwa

Suasana kegiatan semakin berwarna dengan kehadiran Sahabat Leuser, aktivis lingkungan, dan mahasiswa pecinta alam. Mereka memanfaatkan momentum untuk mengajak pengunjung meningkatkan kepedulian terhadap badak Sumatera dan satwa liar lain serta pentingnya menjaga habitat hutan.

Para relawan menyosialisasikan langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk membantu kelestarian satwa, sekaligus memperkenalkan peran hutan sebagai rumah bagi berbagai spesies endemik.

Pernyataan Wali Kota Langsa

Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S Putra SE, mengingatkan warga bahwa peringatan Hari Badak Sedunia harus menjadi penguat kepedulian kolektif terhadap lingkungan. Ia berharap kegiatan seperti CFD turut membangun kesadaran ekologis di tingkat masyarakat.

"Momentum Hari Badak Sedunia menjadi pengingat bagi kita semua untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam dan satwa liar, khususnya badak Sumatera yang merupakan bagian penting dari kekayaan hayati kita. Mari kita tanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini, sehingga badak Sumatera dan satwa lainnya dapat terus lestari bagi generasi mendatang."

"Mari bersama-sama kita jaga badak Sumatera kita, jaga hutan dan alam kita, serta lestarikan lingkungan untuk generasi yang akan datang."

Dampak dan lanjutan

CFD Langsa tidak hanya menjadi arena rekreasi, tetapi juga ruang edukasi lingkungan dan wadah interaksi antara pemerintah dan warga. Keterlibatan organisasi lingkungan menunjukkan peluang untuk memperluas program konservasi dan kampanye pelestarian secara berkelanjutan.

Ke depan, kolaborasi antara Pemko, komunitas lingkungan, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya perlindungan badak Sumatera serta menjaga kelestarian hutan sebagai habitat penting bagi keanekaragaman hayati.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait