Lokal

495 Siswa Terdampak Dugaan Keracunan MBG di Berastagi

Bagikan:
PDIP Sumut beri tali asih korban MBG di Berastagi

Berastagi, Karo — Sebanyak 495 siswa di Berastagi, Kabupaten Karo, tercatat terdampak dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga Sabtu (3/10), baru 396 rekening bantuan yang tercetak; 99 rekening lainnya tertahan karena masalah Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Jumlah siswa terdampak dan asal sekolah

Data tersebut disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Karo sekaligus anggota DPRD Karo, Peri Edisonta Milala, saat penyerahan tali asih oleh DPD PDI Perjuangan Sumut di Gedung Kesenian Open Stage Taman Mejuah-Juah, Berastagi.

  • SMA Negeri 1 Berastagi: 325 siswa
  • SMA Yayasan Bersama: 54 siswa
  • SMK Negeri Merdeka Berastagi: 45 siswa
  • SMP Yayasan Bersama: 43 siswa
  • SD Yayasan Bersama: 28 siswa

"Kami terus melakukan koordinasi agar seluruh rekening yang masih terkendala data dapat segera diselesaikan, sehingga bantuan dapat diterima oleh seluruh siswa yang telah terdata,"

Bantuan dan mekanisme penyaluran

Tali asih diberikan dalam bentuk saldo tabungan melalui kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Besaran bantuan dibagi berdasarkan kondisi siswa:

  • Korban berkondisi berat yang dirujuk: Rp2,5 juta per orang
  • Siswa rawat inap: Rp500.000
  • Siswa terdampak tanpa perawatan: Rp300.000

Respons partai dan langkah pengawalan

Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Rapidin Simbolon, menyatakan bantuan ini merupakan bentuk gotong royong kader. Ia menyampaikan perkembangan korban kepada Ketua Umum PDI Perjuangan.

"Ibu Megawati menanyakan bagaimana perkembangan anak-anak Karo yang terdampak. Saya menyampaikan bahwa kondisi mereka terus kita pantau. Pesan beliau kepada kami adalah agar kader selalu berada di tengah masyarakat, hadir dalam suka maupun duka,"

Rapidin menegaskan nilai bantuan bukan fokus utama.

"Ini bukan semata-mata persoalan nilainya. Yang ingin kami sampaikan adalah bahwa kader-kader PDI Perjuangan yang dipimpin Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri hadir memberikan semangat dan penguatan kepada anak-anak kita,"

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut, Soetarto, menambahkan partai terus memantau kondisi siswa dan mengunjungi pasien yang masih dirawat.

"Semua ini bentuk kepedulian PDI Perjuangan Sumatera Utara terhadap persoalan yang dihadapi adik-adik siswa-siswi yang terdampak MBG,"

Pengawasan DPRD dan prospek perbaikan program

Ketua DPRD Karo Iriani Br Tarigan mengatakan pihaknya bersama Rapidin dan jajaran DPRD Karo telah mengunjungi Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta untuk menyampaikan aspirasi orang tua dan menanyakan tindak lanjut penanganan korban.

"Program MBG tetap kita dukung, tetapi pelaksanaannya harus terus diperbaiki, termasuk tata kelolanya, agar keamanan dan kesehatan anak-anak menjadi perhatian utama,"

Langkah selanjutnya

Rapidin menyebut Karo hanya titik awal. Program penyaluran tali asih rencananya diperluas ke daerah lain di Sumut, termasuk Deli Serdang dan Asahan. Penyelenggara menyatakan akan mempercepat penyelesaian kendala NIK agar bantuan dapat diterima seluruh siswa terdampak.

Kegiatan penyerahan turut dihadiri anggota DPRD Sumut dan Karo, pengurus PDI Perjuangan, perwakilan BRI, orang tua, serta para siswa terdampak.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait