DPRD Minta Pemko Medan Gerak Cepat Tangani Lonjakan Influenza A
Medan — Sekretaris Komisi II DPRD Kota Medan, Iswanda Ramli, mendesak Pemerintah Kota melalui Dinas Kesehatan segera mengambil langkah preventif strategis menyusul lonjakan kasus Influenza Tipe A yang banyak menyerang anak-anak dan lansia. Desakan itu disampaikan pada Minggu, 4 Oktober, setelah laporan masyarakat dan rumah sakit menunjukkan kapasitas perawatan semakin terbatas.
Desakan DPRD dan kondisi rumah sakit
Iswanda Ramli, akrab disapa Nanda Ramli, menilai peningkatan kasus tidak boleh dibiarkan tanpa tindakan cepat. Ia menyebut banyak keluarga yang mengeluh pasien anak ingin dirawat, tetapi hampir semua tempat tidur rumah sakit penuh.
"Kasus Influenza Tipe A ini sedang meningkat tajam di Kota Medan, terutama kepada anak-anak dan lansia. Banyak masyarakat yang melapor kepada saya karena anaknya ingin rawat inap akibat terserang Influenza Tipe A ini, tetapi hampir semua RS penuh. Saya rasa kondisi ini harus jadi perhatian serius bagi Pemko Medan,"
Tanggapan Dinkes dan langkah awal
Menurut Nanda, Dinas Kesehatan sudah mengeluarkan surat kesiapsiagaan kepada seluruh puskesmas dan rumah sakit. Dinkes juga berencana menggelar penyuluhan serta melakukan skrining terhadap pasien yang menunjukkan gejala seperti demam di atas 38°C dan batuk.
Meski demikian, Nanda menilai langkah itu belum cukup karena belum terlihat penyuluhan langsung ke permukiman warga. Ia menekankan pentingnya tindak lanjut nyata dari surat edaran tersebut agar pencegahan berjalan efektif.
"Surat kesiapsiagaan itu merupakan langkah awal yang baik, tetapi belum disikapi secara baik oleh jajaran di puskesmas. Puskesmas itu merupakan ujung tombak Pemko Medan dalam memberikan pelayanan kesehatan," tegasnya.
Peran perangkat wilayah dan imbauan untuk warga
Nanda meminta pelibatan semua perangkat kewilayahan, dari kecamatan hingga kepala lingkungan, untuk aktif mendeteksi potensi penularan dan membantu warga yang membutuhkan layanan kesehatan. Ia menekankan bahwa kelurahan dan kepala lingkungan paling dekat dengan warga dan harus sigap.
- Kelurahan dan kepala lingkungan melakukan identifikasi warga bergejala.
- Puskesmas melaksanakan penyuluhan dan skrining di lapangan.
- Dinkes mengoordinasikan langkah pencegahan dan ketersediaan layanan rumah sakit.
Nanda juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama keluarga dengan anak kecil, lansia, dan penderita komorbid. Ia mengingatkan pencegahan dimulai dari lingkungan rumah, serta segera mencari pertolongan medis jika muncul gejala yang mengkhawatirkan.
Penanganan yang terkoordinasi antara Pemko, Dinkes, puskesmas, dan perangkat wilayah dinilai penting untuk menekan laju penularan dan mencegah tekanan lebih jauh pada fasilitas rumah sakit di Kota Medan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Ratusan Dusun di Sumut Belum Dialiri Listrik, Perizinan Jadi Hambatan
Meski RE Sumut 99,86%, ratusan dusun belum dapat listrik karena perizinan kawasan hutan, lahan, dan akses ja...
Pemprov Sumut Siap Tindaklanjuti Aspirasi Hasil Reses DPRD
Pemprov Sumut menyatakan siap menindaklanjuti aspirasi hasil reses DPRD dengan mengurutkan usulan berdasarka...
Sopir Didakwa Jual Nomor Togel Sidney, Singapura, Hong Kong di Medan
Seorang sopir di Medan didakwa menjual nomor togel Sidney, Singapura, dan Hong Kong sejak Nov 2025; ia mener...
Wali Kota Medan Dukung Program Jaksa Sahabat Pendidik
Wali Kota Medan Rico Waas mendukung program Jaksa Sahabat Pendidik saat penandatanganan MOU 33 kabupaten/kot...
Kejati Sumut Luncurkan Jaksa Sahabat Pendidik untuk Cegah Korupsi Sekolah
Kejati Sumut meluncurkan Jaksa Sahabat Pendidik di Medan untuk mencegah korupsi proyek sekolah, namun soal b...
Kajati Sumut Tegaskan: Jangan Intervensi Kepala Sekolah
Kajati Sumut Muhibuddin menegaskan kepala daerah tak boleh mengintervensi kepala sekolah, saat peluncuran ho...