Lokal

Samosir Resmikan Pompa Air Tenaga Surya untuk Ketahanan Pangan

Bagikan:
Pompa Air Tenaga Surya di Desa Sibonor Ompu Ratus, Samosir

SAMOSIR — Kabupaten Samosir meresmikan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Desa Sibonor Ompu Ratus, Kecamatan Nainggolan, Jumat (3/10). Peresmian dipimpin Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo Adypurnama alias Teguh Sambodo bersama Bupati Vandiko T. Gultom. Proyek ini bertujuan meningkatkan ketahanan pangan melalui pemanfaatan energi terbarukan dengan memompa air Danau Toba ke jaringan irigasi sawah.

Spesifikasi PATS dan target manfaat

PATS memiliki kapasitas 69,3 kilowatt dan, saat penyinaran optimal, mampu memasok sekitar 1.700–1.900 meter kubik air per hari. Fasilitas dirancang untuk melayani sekitar 82 hektare sawah tadah hujan dan memberi manfaat bagi 749 petani.

Dengan pasokan air yang lebih terjamin, frekuensi tanam diperkirakan meningkat sehingga produksi padi naik dari sekitar 50 ton menjadi 150 ton per tahun.

Dampak lingkungan dan ekonomi

Pemanfaatan energi surya selain meningkatkan produksi juga mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Perhitungan teknis menunjukkan proyek ini diproyeksikan menurunkan emisi sekitar 10,18 ton karbon per tahun. Penurunan biaya operasional bagi petani menjadi manfaat ekonomi langsung.

Kutipan pejabat

“Energi matahari dialirkan menjadi energi penggerak pompa air menuju sawah dan ladang masyarakat. Ketersediaan air yang pasti dan terencana membuka peluang bagi masyarakat untuk mengelola lahan dengan ketepatan waktu, mengurangi pengeluaran operasional dan meningkatkan produktivitas hasil pertanian,”

ujar Leonardo Adypurnama.

Replikasi dan dukungan mitra

Pembangunan PATS ini merupakan bagian dari kemitraan strategis antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Kerajaan Inggris untuk mendorong pembangunan rendah karbon. Proyek di Sibonor Ompu Ratus akan menjadi model bagi PATS berikutnya di Desa Pakpahan, Kecamatan Onan Runggu.

Proyek di Pakpahan dirancang melayani sekitar 73 hektare sawah dan 903 petani, dengan proyeksi produksi padi naik dari 96 ton menjadi 288 ton per tahun serta potensi pengurangan emisi sekitar 7,32 ton per tahun. Secara kumulatif, kedua intervensi energi bersih ini diperkirakan memberi nilai tambah ekonomi lebih dari Rp2 miliar per tahun bagi masyarakat lokal.

Peran pemerintah daerah dan pengelolaan lokal

Bupati Vandiko T. Gultom menyatakan PATS bermula dari usulan masyarakat yang kemudian didukung provinsi, Kementerian PPN/Bappenas, dan pemerintah Inggris. Vandiko berharap masyarakat ikut merawat fasilitas agar manfaat berkelanjutan.

“PATS ini merupakan usulan dari masyarakat Kabupaten Samosir ... akhirnya disetujui oleh Kedutaan Besar Inggris dan dibawa menjadi program di Kabupaten Samosir,”

Pengelolaan operasional dan pemeliharaan di lapangan diserahkan pada Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) PATS Mual Hangoluan. Kelembagaan ini diharapkan memastikan keberlanjutan fasilitas dan tumbuhnya rasa memiliki di kalangan petani.

Penutup

Proyek PATS di Samosir memperlihatkan keterkaitan langsung antara ketahanan pangan, ketahanan energi, dan kelestarian lingkungan. Dengan dukungan mitra internasional dan pengelolaan komunitas, PATS diharapkan menjadi model replikasi pembangunan rendah karbon untuk pertanian di daerah lain.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait