Groundbreaking Huntap di Aceh Tamiang, Target 2.399 Unit 2026
Aceh Tamiang — Pemerintah memulai pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana di Desa Perkebunan Alur Jambu melalui groundbreaking, relokasi terpusat, dan pembangunan prasarana utilitas pada Kamis (8/10). Kegiatan dibuka oleh Kepala Posko Wilayah Aceh Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sumatera, Safrizal ZA, didampingi pejabat Kemenko Infrastruktur dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PKP).
Target dan cakupan awal proyek
Pada tahap awal, Kementerian PKP akan membangun 178 unit huntap di Alur Jambu. Pemerintah menargetkan total pembangunan 2.399 unit huntap di Kabupaten Aceh Tamiang sepanjang 2026.
Groundbreaking di Aceh Tamiang dilakukan serentak dengan beberapa kabupaten lain sebagai bagian dari percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Status lahan dan kontrak pekerjaan
Pemerintah menyatakan seluruh persoalan pertanahan yang sempat menghambat proses kini telah selesai. Selain itu, proses lelang dan penandatanganan kontrak paket pekerjaan untuk wilayah Aceh juga rampung untuk tahun ini.
Alhamdulillah semua persoalan pertanahan yang kemarin kita kejar, kita buru supaya segera bangun, semuanya sudah selesai, bersama Pak Bupati, BPN, dan Satgas,
Berbarengan dengan itu, proses pekerjaan lelang sudah, kontrak sudah, Semua untuk Aceh ini sudah kontrak semua,
Teknologi konstruksi dan jadwal pengerjaan
Pelaksana berharap tahap konstruksi utama selama sekitar 90 hari dapat diselesaikan sesuai jadwal, dengan target penyelesaian pada Desember 2026 untuk paket awal.
Kita berharap pekerjaan yang 90 hari ini bisa dituntaskan pada Desember 2026,
Salah satu faktor percepatan adalah penggunaan teknologi konstruksi tahan gempa yang tidak mengharuskan pengecoran tiang yang panjang. Metode ini memungkinkan proses lebih cepat tanpa menunggu pengeringan beton lama.
Teknologinya cepat sekali karena tidak menunggu tiang-tiang cor mengeras, sebab menggunakan sistem tahan gempa,
Sumber pendanaan dan mitra pelaksana
Pembangunan huntap di Aceh dikerjakan bertahap oleh beberapa pihak, termasuk Kementerian PKP, BNPB, dan bantuan dari kementerian/lembaga lain. Selain itu, organisasi kemanusiaan juga memberi kontribusi. Di Aceh Tamiang, sekitar 300 unit bantuan dari Buddha Tzu Chi telah selesai dibangun, sementara sekitar 200 unit masih dalam pengerjaan.
Pemerintah berharap dukungan semua pihak, termasuk kontraktor, vendor, dan masyarakat lokal, agar target 2026 tercapai tepat waktu. Keberlanjutan proyek bergantung pada kondisi lapangan dan ketersediaan dukungan teknis serta logistik selama masa konstruksi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Saksi Tegaskan Tidak Sebut Doddy 'Mafia Tanah' di Sidang Praperadilan
Saksi pelapor di praperadilan Medan menyatakan tak pernah menyebut Doddy 'mafia tanah'; inti laporan soal em...
Medan: Polrestabes Gagalkan Peredaran Vape Getar, Pemko Gandeng KPK
Polrestabes Medan menangkap pelaku dan menyita 450 bungkus vape getar; warga Medan Belawan hidup di dapur se...
PKA Sumut Belajar Tata Kelola Lingkungan ke DLH DKI
Puluhan calon pemimpin administrator Sumut mengikuti Studi Lapangan PKA ke DLH DKI Jakarta untuk mempelajari...
Aris Rinaldi Nasution Terpilih Kembali Ketua Forwakum Sumut 2026-2029
Aris Rinaldi Nasution kembali terpilih sebagai Ketua Forwakum Sumut 2026–2029 setelah unggul tipis dalam pem...
Polantas Karib: Sat Lantas Pematangsiantar Edukasi 60 Anak TK soal Lalu Lintas
Sat Lantas Polres Pematangsiantar menggelar Polantas Karib untuk 60 anak TK, mengajarkan rambu lalu lintas,...
Musda Golkar Aceh Tenggara: Karpet Merah untuk Kepengurusan Baru
DPD II Golkar Aceh Tenggara menggelar Musda ke-X pada 8-9 Oktober untuk menentukan kepengurusan baru dan ara...