Lokal

Polantas Karib: Sat Lantas Pematangsiantar Edukasi 60 Anak TK soal Lalu Lintas

Bagikan:
Anak-anak TK belajar rambu lalu lintas bersama petugas Sat Lantas Pematangsiantar

Pematangsiantar, 7 Oktober — Sat Lantas Polres Pematangsiantar menerima kunjungan outing class Taman Kanak-kanak Kemala Bhayangkari 6 di markas mereka, Jl. Sangnaualuh, Rabu (7/10). Kegiatan ini diikuti oleh 60 siswa dan enam guru pendamping dan bertujuan menanamkan budaya tertib dan disiplin berlalu lintas sejak usia dini melalui program Polantas Karib.

Kunjungan dan pengenalan polisi

Personel Unit Kamsel Sat Lantas, dipimpin Kanit Kamsel Ipda Serly Tarigan, mengenalkan sosok polisi dan polwan kepada anak-anak. Mereka diperkenalkan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat sekaligus sebagai sahabat anak.

Materi edukasi yang diberikan

Petugas menyampaikan materi dengan cara yang mudah dipahami oleh usia TK. Anak-anak diajak mengenal rambu lalu lintas dan cara aman berjalan di trotoar. Selain itu, diberikan pula penjelasan tentang bahaya dan dampak kecelakaan lalu lintas.

  • Mengenal rambu-rambu lalu lintas
  • Cara aman berjalan di trotoar
  • Pencegahan kecelakaan dan akibatnya
  • Nilai sosial: menghargai dan menghindari bullying

Nilai karakter dan pendekatan pembelajaran

Selain aspek keselamatan jalan, personel Sat Lantas turut menekankan pentingnya saling menghargai dan membangun sikap disiplin sejak dini. Penyampaian dilakukan dengan metode yang menyenangkan agar materi mudah diingat oleh anak-anak.

Pernyataan resmi

"Melalui kegiatan Polantas Karib ini, kami ingin mengenalkan polisi kepada anak-anak sekaligus menanamkan tertib berlalulintas sejak usia dini,"

Menurut Kasat Lantas AKP Simon E Simatupang, edukasi sejak dini merupakan langkah penting untuk membentuk generasi yang sadar keselamatan. Sat Lantas hadir dekat dengan anak dan mengedukasi dengan cara menyenangkan demi terciptanya generasi yang disiplin di jalan raya.

Implikasi ke depan

Kegiatan outing class ini menunjukkan pendekatan preventif Sat Lantas dalam membangun budaya keselamatan lalu lintas. Pendekatan yang ramah anak diharapkan memperkuat kesadaran berlalu lintas sejak usia dini dan mengurangi risiko kecelakaan di masa mendatang.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait