Musda Golkar Aceh Tenggara: Karpet Merah untuk Kepengurusan Baru
KUTACANE — DPD II Golkar Aceh Tenggara menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) ke-X pada Kamis (8/10) di pelataran kediaman almarhum Ir. H. Hasanuddin B, MM, di Jalan Kutacane-Gayo Lues, Tanah Merah. Acara dua hari itu ditujukan untuk menentukan kepengurusan baru dan arah kepemimpinan partai di Kabupaten Aceh Tenggara.
Tempat, waktu, dan tujuan Musda
Musda digelar selama dua hari dan dijadwalkan berakhir Jumat (9/10). Lokasi di rumah almarhum Hasanuddin B dipilih sebagai tempat pertemuan keluarga besar partai. Penyelenggaraan bertujuan memastikan kaderisasi dan susunan pengurus yang akan memimpin DPD II ke depan.
Pergantian kepemimpinan
Dari jalannya Musda terlihat arah pergantian kepemimpinan. Ketua DPD II Golkar Aceh Tenggara, HM. Salim Fakhry MM, dipastikan akan bergeser untuk menahkodai DPD I Golkar Aceh. Kepindahan ini sejalan dengan penetapan dan pelantikan yang telah berlangsung pada 11/7/2026.
Sambutan dan pesan ketua
Dalam sambutannya, HM. Salim Fakhry MM menekankan pentingnya kebersamaan dan suasana damai selama proses Musda. Ia meminta kader mengesampingkan perasaan pribadi demi kepentingan partai.
"Jika ingin menjadi politikus yang besar, maka hilangkanlah rasa sakit hati maupun dendam. Politikus yang besar tidak mengenal rasa dendam. Untuk itu, perbanyaklah rasa kebersamaan."
Peserta dan suasana
Musda juga dihadiri oleh segenap unsur Forpimda daerah dan sejumlah ketua partai lain. Kehadiran pejabat daerah dan tokoh partai memberi nuansa resmi pada acara tersebut.
Sejumlah pihak menilai Musda ini berjalan sebagai karpet merah bagi pengurus baru, karena mekanisme dan dukungan internal mengarahkan pada pembentukan susunan pengurus yang telah dibahas sebelumnya.
Dampak dan langkah selanjutnya
Dengan terjadinya pergeseran kepemimpinan, fokus partai di tingkat kabupaten diperkirakan akan menyesuaikan strategi dan program kerja. Pengurus baru diharapkan segera menyusun agenda kerja yang konkret untuk memperkuat posisi partai di wilayah.
Musda ke-X ini menjadi titik awal konsolidasi internal dan persiapan menghadapi agenda politik dan pemilu di masa mendatang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Saksi Tegaskan Tidak Sebut Doddy 'Mafia Tanah' di Sidang Praperadilan
Saksi pelapor di praperadilan Medan menyatakan tak pernah menyebut Doddy 'mafia tanah'; inti laporan soal em...
Groundbreaking Huntap di Aceh Tamiang, Target 2.399 Unit 2026
Pemerintah memulai pembangunan 178 huntap di Alur Jambu, Aceh Tamiang, bagian dari target 2.399 unit pada 20...
Medan: Polrestabes Gagalkan Peredaran Vape Getar, Pemko Gandeng KPK
Polrestabes Medan menangkap pelaku dan menyita 450 bungkus vape getar; warga Medan Belawan hidup di dapur se...
PKA Sumut Belajar Tata Kelola Lingkungan ke DLH DKI
Puluhan calon pemimpin administrator Sumut mengikuti Studi Lapangan PKA ke DLH DKI Jakarta untuk mempelajari...
Aris Rinaldi Nasution Terpilih Kembali Ketua Forwakum Sumut 2026-2029
Aris Rinaldi Nasution kembali terpilih sebagai Ketua Forwakum Sumut 2026–2029 setelah unggul tipis dalam pem...
Polantas Karib: Sat Lantas Pematangsiantar Edukasi 60 Anak TK soal Lalu Lintas
Sat Lantas Polres Pematangsiantar menggelar Polantas Karib untuk 60 anak TK, mengajarkan rambu lalu lintas,...