Menkeu Tegaskan Dukungan untuk Industri Otomotif di GIIAS
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
Kebijakan pajak kendaraan listrik
Satu isu utama yang dibahas adalah pajak untuk kendaraan listrik berbasis baterai. Menkeu menekankan bahwa kebijakan perpajakan daerah harus selaras dengan kebijakan pusat. Pernyataan ini merespons wacana penerapan pajak mobil listrik di DKI Jakarta yang tengah ramai diperbincangkan.
Pemerintah akan mengevaluasi aturan agar tidak menimbulkan tumpang tindih fiskal antar level pemerintahan. Langkah ini dimaksudkan menjaga insentif transisi ke kendaraan listrik tetap efektif.
Perlindungan industri pembiayaan
Isu kedua yang mendapat perhatian adalah meningkatnya kasus kredit macet pada sektor pembiayaan. Kementerian Keuangan menyatakan akan menyiapkan regulasi untuk memberi perlindungan hukum dan kepastian fiskal bagi perusahaan leasing.
Tujuannya untuk mengurangi kerugian dan memperkuat stabilitas pembiayaan konsumen. Regulasi tersebut diharapkan mendorong kelangsungan pembiayaan otomotif dan mendukung permintaan pasar.
Kunjungan Menkeu ke area pameran
Usai menjadi pembicara, Menkeu mengunjungi area pameran GIIAS dan mencoba berbagai kendaraan selama lebih dari dua jam. Kunjungan ini menunjukkan perhatian langsung pemerintah terhadap inovasi produk dan teknologi kendaraan.
Ketua Penyelenggara, Anton Kumonty, menyambut baik perhatian Menkeu terhadap industri. Ia menilai kehadiran pejabat negara penting untuk mendorong iklim usaha yang kondusif.
"Kehadiran para pejabat negara membuktikan industri otomotif Indonesia sangat diperhatikan dan memiliki potensi besar," ujar Anton.
Agenda GIIAS dan dukungan sponsor
GIIAS 2026 di ICE BSD City berlangsung hingga 9 Agustus 2026. Pameran menampilkan produk dan teknologi otomotif terbaru serta rangkaian diskusi kebijakan.
Acara ini juga disemarakkan oleh sponsor dari berbagai pelaku industri. Sponsor utama mendukung penyelenggaraan dan program pengembangan industri.
- Astra Credit Companies
- Toyota Astra Finance
- Pertamina
- PLN Mobile
GIIAS The Series 2026 akan berlanjut ke Surabaya, Bandung, Semarang, Makassar, dan Bali pada 2027. Rangkaian ini bertujuan menjangkau pasar otomotif di berbagai wilayah Indonesia.
Implikasi dan prospek
Dukungan fiskal dan regulasi yang jelas dianggap kunci untuk mempercepat transisi kendaraan listrik dan menjaga stabilitas pasar pembiayaan. Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri menjadi penentu iklim investasi ke depan.
Dengan sinergi yang terjaga, industri otomotif diperkirakan mampu tumbuh lebih inklusif dan berkelanjutan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Antrean Panjang BBM di Biak Hilang Usai Monitoring Polres
Polres Biak Numfor dan Pertamina pantau 3 SPBU pada 6 Agustus 2026; antrean panjang hilang dan distribusi BB...
JCM Usung 'Nation Heritage' Rayakan HUT RI ke-81 & Anniversary ke-12
Jogja City Mall gelar 'Nation Heritage' sepanjang Agustus 2026 untuk merayakan HUT RI ke-81 dan anniversary...
Smartfren Luncurkan Unlimited 5G di Semarang
Smartfren luncurkan paket Unlimited 5G di Semarang dengan kuota dan kecepatan tanpa batas di jaringan 5G; te...
Ruijie dan Telkom Siapkan Solusi Jaringan Berbasis AI
Ruijie dan Telkom bermitra kembangkan solusi jaringan berbasis AI untuk korporasi; klaim percepatan implemen...
KAI Perketat Keamanan Data, Face Recognition Jadi Pilihan Pelanggan
KAI memperkuat perlindungan data dan menawarkan Face Recognition opsional; Access by KAI catat jutaan penggu...
Pemerintah Tunda Pajak Marketplace untuk Jaga Daya Beli
Pemerintah menunda pemungutan pajak marketplace per 1 Agustus 2026 untuk menjaga daya beli di tengah perlamb...