APMF 2026 Dorong Kolaborasi Jangka Panjang Hadapi Perubahan Pemasaran
APMF 2026 menekankan pergeseran fokus industri dari kampanye jangka pendek menuju kolaborasi berkelanjutan untuk menghadapi perubahan perilaku konsumen dan dinamika media digital. Forum berlangsung pada 5-7 Agustus 2026 di Bali Nusa Dua Convention Center dan mengusung tema Blueprint the Beyond.
Pembukaan dan pesan utama
Pada pembukaan APMF, Chairman APMF Andi Sadha mengingatkan bahwa tantangan kini bukan kekurangan ide, melainkan bagaimana menciptakan nilai yang bertahan setelah kampanye berakhir. Pesan itu menjadi benang merah selama sesi awal konferensi.
"Tetapi beberapa minggu atau beberapa bulan kemudian semuanya menghilang, campaigns fade, itu memang sifat alami sebuah kampanye. Blueprint the Beyond adalah penolakan terhadap anggapan bahwa di situlah pekerjaan kita selesai," ujar Andi saat membuka APMF 2026 di Bali, Kamis, 6 Agustus 2026.
Blueprint the Beyond: mendorong kemitraan nyata
Tema Blueprint the Beyond lahir dari pertanyaan tentang bagaimana mendorong kolaborasi nyata antar pemangku kepentingan industri. Forum dirancang bukan hanya sebagai ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga sebagai katalis untuk membangun kemitraan bisnis jangka panjang.
"Kami mengajak untuk membangun sesuatu yang tetap hidup setelah konferensi ini berakhir. Orang yang duduk di sebelah Anda bisa menjadi alasan sebuah ide besar diwujudkan atau sebuah kerja sama akhirnya tercapai," kata Andi.
Dua pilihan organisasi: bertahan atau beradaptasi
Andi menekankan organisasi menghadapi dua pilihan utama: bertahan sendiri atau beradaptasi melalui kolaborasi. Menurutnya, semakin terbuka organisasi berbagi kebutuhan dan penawaran, semakin besar peluang terjadinya kerja sama yang berkelanjutan.
"Masa depan dibentuk melalui percakapan yang terbuka mengenai apa yang sedang kita bangun, apa yang kita butuhkan. Dan apa yang dapat kita tawarkan kepada pihak lain, semakin terbuka kita berbagi, semakin besar peluang kolaborasi itu terwujud," ujarnya.
Format acara dan pengalaman peserta
APMF 2026 kembali mempertemukan pemimpin dari brand, media, teknologi, agensi, platform digital, dan pelaku ekonomi kreatif di kawasan Asia Pasifik. Selama tiga hari, peserta diajak membangun hubungan sejak awal acara untuk menstimulasi percakapan kolaboratif.
- Applied Intelligence Lab
- Conference Stage
- Innovation & Experience Showcase
- Leadership Gatherings
Penutup: dari percakapan ke struktur yang bertahan
Andi mengajak peserta untuk memulai percakapan yang konkret: berbicara dengan yang sudah dikenal dan satu orang baru, lalu bertanya, "apa yang bisa kita bangun bersama?" Ia menekankan bahwa kampanye mungkin berlalu, tetapi struktur kolaborasi yang dibangun bersama akan bertahan lebih lama.
APMF 2026 dirancang sebagai titik awal hubungan profesional yang diharapkan berkembang menjadi kemitraan nyata dan solusi berkelanjutan menghadapi cepatnya perubahan industri pemasaran.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Geo Dipa: Potensi Panas Bumi Indonesia Baru 11% Tergarap
Geo Dipa: potensi panas bumi 24 GW, namun baru 11% (2,7 GW) tergarap; hambatan utama biaya tinggi, waktu pem...
BI: KLM Perkuat Pembiayaan Perumahan, Rp118 T Tersalurkan
BI menyatakan KLM mendukung pembiayaan perumahan; realisasi 1,32% setara Rp118 triliun disalurkan ke 111 ban...
DPR Soroti Usulan HIPMI Naikkan Plafon KUR Jadi Rp2 Miliar
DPR menyoroti usulan HIPMI naikkan plafon KUR menjadi Rp2 miliar untuk memperluas pembiayaan UMKM kelas mene...
IHSG Turun 3,28% Sepekan, BEI Sempurnakan Aturan Perdagangan
IHSG turun 3,28% pada 28 Sept-2 Okt 2026; BEI menyesuaikan batas harga, Auto Rejection, dan mulai terapkan s...
Dirjen Pajak Tak Khawatir Meski Pemerintah Rencanakan Kenaikan PTKP
Dirjen Pajak Bimo Wijayanto menyatakan tak terlalu khawatir meski pemerintah merencanakan kenaikan PTKP; ske...
BNI Perkuat Pelestarian Batik dan Dukung UMKM Perajin
BNI memperkuat pelestarian batik lewat kebijakan busana kerja, pelatihan, dan pameran untuk memperluas pasar...