IHSG Dibuka Menguat 0,14% ke Level 6.352 pada 7 Agustus 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,14 persen pada perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026, di level 6.352,37. Pembukaan tersebut mencerminkan kelanjutan tren positif meski analis memperkirakan potensi pelemahan terbatas dalam kisaran 6.300-6.400.
Pembukaan Pasar dan Aktivitas Perdagangan
IHSG membuka sesi pagi pada pukul 09.00 WIB setelah penutupan hari sebelumnya di level 6.343. Dari total saham, 275 menguat, 208 melemah, dan 205 stagnan.
Aktivitas perdagangan tumbuh dengan volume sekitar 4,4 miliar saham dan nilai transaksi mencapai Rp1,5 triliun. Kondisi ini menunjukkan likuiditas pasar yang masih aktif menjelang akhir pekan.
Proyeksi Analis
Para analis memperkirakan pergerakan indeks akan terkonsolidasi dalam rentang sempit. Tim riset Phintraco Sekuritas menilai potensi pelemahan bersifat terbatas dan pergerakan lebih banyak dipengaruhi rotasi sektor.
"IHSG diprediksi akan bergetak pada kisaran 6.300-6.400," ujar Tim Analis Phintraco Sekuritas.
Sentimen Regional dan Pergerakan Indeks Asia
Sentimen eksternal di bursa Asia-Pasifik cenderung positif pagi ini, yang turut menopang pembukaan Bursa Indonesia.
- Nikkei 225 Jepang naik lebih dari 0,2 persen;
- Topix menguat 0,29 persen;
- Kospi Korea Selatan bertambah 0,89 persen;
- Kosdaq naik 0,6 persen.
Investor Asing dan Data Ekonomi Domestik
Pada sesi sebelumnya, investor asing mencatat aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp273,5 miliar. Meski demikian, pola tersebut dinilai sebagai bentuk rotasi portofolio, bukan keluarnya modal besar-besaran.
Pelaku pasar juga mencermati indikator properti. Indeks harga properti naik menjadi 0,8 persen year-on-year pada triwulan II 2026, meningkat dari 0,62 persen pada triwulan I.
Agenda Pemerintah dan Pengaruh Keputusan BI
Pemerintah dijadwalkan melelang SBSN pada Selasa pekan depan dengan target indikatif sebesar Rp10 triliun dari delapan seri yang ditawarkan. Lelang ini dipantau karena dapat memengaruhi likuiditas pasar uang dan imbal hasil surat utang.
Selain itu, pasar juga berada dalam sikap wait and see menjelang keputusan terkait calon Gubernur Definitif Bank Indonesia. Investor fokus pada kapabilitas calon dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan arah kebijakan suku bunga.
Pasar diperkirakan akan tetap bereaksi terhadap kombinasi data domestik dan sinyal kebijakan global dalam beberapa hari mendatang, sehingga volatilitas jangka pendek kemungkinan tetap ada.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Geo Dipa: Potensi Panas Bumi Indonesia Baru 11% Tergarap
Geo Dipa: potensi panas bumi 24 GW, namun baru 11% (2,7 GW) tergarap; hambatan utama biaya tinggi, waktu pem...
BI: KLM Perkuat Pembiayaan Perumahan, Rp118 T Tersalurkan
BI menyatakan KLM mendukung pembiayaan perumahan; realisasi 1,32% setara Rp118 triliun disalurkan ke 111 ban...
DPR Soroti Usulan HIPMI Naikkan Plafon KUR Jadi Rp2 Miliar
DPR menyoroti usulan HIPMI naikkan plafon KUR menjadi Rp2 miliar untuk memperluas pembiayaan UMKM kelas mene...
IHSG Turun 3,28% Sepekan, BEI Sempurnakan Aturan Perdagangan
IHSG turun 3,28% pada 28 Sept-2 Okt 2026; BEI menyesuaikan batas harga, Auto Rejection, dan mulai terapkan s...
Dirjen Pajak Tak Khawatir Meski Pemerintah Rencanakan Kenaikan PTKP
Dirjen Pajak Bimo Wijayanto menyatakan tak terlalu khawatir meski pemerintah merencanakan kenaikan PTKP; ske...
BNI Perkuat Pelestarian Batik dan Dukung UMKM Perajin
BNI memperkuat pelestarian batik lewat kebijakan busana kerja, pelatihan, dan pameran untuk memperluas pasar...