Ekspor Sapu Lidi Indonesia Tembus Pasar Dunia, Nilai Puluhan Juta
Produk sapu lidi buatan Indonesia kini diminati banyak negara. Data resmi menunjukkan Indonesia menjadi salah satu eksportir utama dengan nilai dan volume ekspor meningkat pada periode terakhir.
Ekspor dan peringkat global
Berdasarkan catatan resmi, pada 2024 Indonesia menempati posisi ketiga sebagai negara eksportir sapu lidi terbesar dunia dengan nilai ekspor mencapai US$ 23 juta (sekitar Rp 450 miliar). Produk yang diekspor beragam, termasuk sapu lidi dari tulang/lidi kelapa, lidi nipah, dan lidi sawit.
Volume dan nilai lidi nipah serta lidi sawit
Pada 2023, ekspor lidi nipah dan lidi sawit tercatat sebesar 70,08 ribu ton, naik 15,97 persen year-on-year (yoy) dari 60,43 ribu ton pada 2022. Kenaikan volume ini mendorong nilai ekspor menjadi US$ 29,32 juta, naik 11,44 persen dari US$ 26,31 juta di tahun sebelumnya.
Pasar utama dan neraca perdagangan
Kenaikan ekspor didorong oleh permintaan dari dua negara tujuan utama, yakni India dan Pakistan. Selain kedua negara tersebut, sapu lidi Indonesia juga banyak dikirim ke:
- India
- Pakistan
- Jepang
- Filipina
- Vietnam
Selama lima tahun terakhir, neraca perdagangan lidi nipah dan lidi sawit Indonesia selalu mencatatkan surplus. Pada 2023, surplus mencapai US$ 29,14 juta, lebih tinggi dibanding 2022 yang sebesar US$ 26,27 juta.
Peta persaingan: posisi Indonesia menurut ITC
Menurut data International Trade Centre (ITC) untuk 2023, Indonesia menempati posisi kedua sebagai eksportir utama lidi nipah dan lidi sawit dunia dengan pangsa 12,42 persen dari total ekspor global. Berikut peringkat lima besar berdasarkan pangsa ekspor dunia:
| Negara | Porsi Ekspor (%) |
|---|---|
| Tiongkok | 20,90 |
| Indonesia | 12,42 |
| Sri Lanka | 11,95 |
| Belanda | 5,31 |
| Meksiko | 5,29 |
Akses informasi untuk pelaku UMKM
Pelaku usaha dan publik yang ingin mendapatkan informasi terkait pengembangan UMKM dan perdagangan dapat merujuk ke situs resmi kementerian terkait atau kanal media sosial resmi kementerian yang memuat update program dan data terkini.
Dengan permintaan luar negeri yang meningkat, peluang penguatan rantai pasok dan nilai tambah produk sapu lidi terbuka lebar. Pengembangan kualitas, standardisasi, dan akses pasar menjadi kunci agar nilai ekspor terus meningkat.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...