Dua Wamenkeu Dilantik, Kemenkeu Perkuat Pelaksanaan APBN
Presiden Prabowo melantik Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman sebagai Wakil Menteri Keuangan di Istana Negara pada Kamis, 1 Oktober 2026. Pelantikan ini memperkuat struktur Kementerian Keuangan untuk mendorong pelaksanaan APBN 2026 dan persiapan APBN 2027, kata Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
Susunan kepemimpinan dan pernyataan Menkeu
Menteri Keuangan menyambut kedua wakil menteri yang baru. Menurut Suahasil, formasi wakil menteri kembali menjadi tiga orang dan akan bekerja bersama memimpin kementerian.
"Sekarang Wakil Menteri Keuangan kembali ke formasi tiga Wakil Menteri Keuangan. Mereka bersama saya akan memimpin Kementerian Keuangan,"
Profil singkat Luky Alfirman dan fokus tugas
Luky Alfirman adalah pejabat karier di Kementerian Keuangan yang terakhir menjabat sebagai Direktur Jenderal Anggaran. Ia sempat dicopot dari posisi tersebut pada masa kepemimpinan Menkeu sebelumnya, Purbaya Yudhi Sadewa.
Luky mengatakan perasaannya campur aduk setelah ditunjuk. Ia mengaku kaget namun excited dan butuh waktu untuk menyesuaikan diri.
"Kemarin saya ada masa hibernasi, jadi saya butuh waktu dan dukungan, untuk bisa catch up, untuk bisa update,"
Saat ini Luky masih menunggu penugasan resmi dari Menteri Keuangan. Sebagai Wamenkeu, ia menyebut akan membantu pelaksanaan APBN dengan tiga fokus utama:
- Penyelesaian APBN 2026 pada triwulan keempat di tengah tantangan yang ada.
- Persiapan pelaksanaan APBN 2027, yang menurutnya masih menyisakan pekerjaan rumah meski telah disahkan DPR.
- Konsolidasi internal untuk mendorong reformasi dan transformasi di Kementerian Keuangan.
Nurkholisoh Ibnu Aman: fokus pada efektivitas organisasi
Nurkholisoh Ibnu Aman berasal dari kalangan pejabat karier Bank Indonesia dan kini berpindah tugas ke Kementerian Keuangan. Ia mengakui masih harus banyak belajar, terutama mengenai tugas pokok dan struktur organisasi kementerian.
"Karena saya percaya efektivitas organisasi. Apalagi saya dengar jumlah pegawai kementerian keuangan total puluhan ribu. Jauh sekali dibandingkan Bank Indonesia yang cuma sekitar enam ribu hingga tujuh ribu, jadi tantangan ke depan, luar biasa,"
Sejumlah pejabat karier Bank Indonesia sebelumnya juga ditempatkan di Kementerian Keuangan, termasuk nama-nama yang kini mengambil peran penting dalam koordinasi fiskal dan moneter.
Implikasi dan langkah ke depan
Dengan pengisian dua kursi wakil menteri, Kementerian Keuangan kini memiliki kapasitas tambahan untuk mempercepat penyelesaian APBN 2026, menyiapkan langkah teknis untuk APBN 2027, dan melanjutkan program reformasi internal. Penugasan rinci kepada kedua Wamenkeu akan diumumkan oleh Menkeu dalam waktu dekat.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...