Pemerintah Lanjutkan Program MBG, Evaluasi Berkelanjutan Dilakukan
Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap dilanjutkan, kata Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari dalam pernyataan pada Sabtu, 13 Juni 2026. Pemerintah menilai program prioritas Presiden tersebut memberi manfaat nyata bagi penerima, sehingga hanya dilakukan evaluasi dan penataan, bukan penghentian total.
Evaluasi sebagai respons terhadap tantangan implementasi
Qodari mengatakan setiap program pemerintah kerap menghadapi dinamika saat diimplementasikan. Ia menegaskan masalah operasional harus dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan berkelanjutan.
"Program apa pun pasti mengalami dinamika pada tataran implementasi atau operasionalisasi... Pasti ada variasi dan pasti ada masalah,"
Ia menambahkan, "Hanya orang mati yang tidak ada masalah. Selama kita hidup pasti ada masalah." Pernyataan itu menegaskan sikap pemerintah untuk menghadapi isu MBG secara terbuka.
Penataan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
Sebagai langkah penataan, Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang, menghentikan sementara pembangunan dan persiapan SPPG yang belum beroperasi. Qodari menjelaskan semua proyek yang masih dalam tahap persiapan dihentikan sampai status operasionalnya jelas.
"Pada hari ini yang belum operasional itu di-stop dulu. Jadi semua yang statusnya persiapan, berapa persen pun, sejauh belum operasional di-stop dulu,"
Namun, penghentian sementara itu tidak berlaku untuk layanan MBG yang sudah berjalan. Unit yang telah melayani masyarakat tetap beroperasi sesuai ketentuan.
Alasan program tidak dihentikan
Qodari menegaskan penghentian total bukan pilihan karena penerima manfaat MBG adalah kelompok rentan yang memerlukan dukungan gizi harian. Ia mengilustrasikan kondisi nyata di lapangan sebagai alasan utama mempertahankan layanan.
"Kenapa jangan berhenti, karena yang menerima manfaat ini nyata di lapangan. Ada ibu hamil, emang hamilnya bisa berhenti?... Ada ibu menyusui, emang bayinya disuruh berhenti menyusu?"
Pernyataan tersebut menegaskan fokus pemerintah pada keberlanjutan layanan bagi ibu hamil, menyusui, balita, dan anak sekolah.
Fokus evaluasi: penerima, kualitas, dan efisiensi anggaran
Evaluasi menyeluruh tengah dilakukan, meliputi verifikasi penerima manfaat, kondisi SPPG, kualitas gizi makanan, serta tata kelola program. Salah satu tujuan evaluasi adalah meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran negara.
"Kalau dikembalikan mekanisme pembayarannya berdasarkan jumlah penerima manfaat per SPPG. Angka Rp1 triliun ini bisa dihemat,"
Dengan penyesuaian mekanisme pembayaran, pemerintah berharap pengelolaan dana MBG lebih tepat sasaran tanpa mengurangi layanan kepada yang membutuhkan.
Secara keseluruhan, pemerintah memilih melanjutkan MBG sambil memperbaiki tata kelola dan mekanisme operasional. Langkah ini bertujuan menjaga keberlanjutan dukungan gizi bagi kelompok rentan sekaligus memperbaiki efisiensi anggaran.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenkeu Pastikan Pembiayaan Awal DDMF Tak Gunakan APBN
Kemenkeu memastikan modal awal DDMF tidak menggunakan APBN; instrumen ini akan biayai proyek strategis lewat...
UKWR RRI 2026: Jurnalis RRI Jakarta Harap Lulus dengan Nilai Memuaskan
Peserta UKWR RRI di Jakarta berharap lulus kompeten; ujian 19-20 Agustus 2026 diikuti 71 peserta.
Wamendikdasmen Tekankan Motivasi dan Pendampingan PJJ di Gorontalo
Wamendikdasmen tinjau PJJ di SMAN 1 Gorontalo, menekankan motivasi, pendampingan keluarga, dan pertemuan lur...
RRI Siapkan Jurnalis Hadapi Migrasi Audiens lewat UKWR ke-54
RRI gelar UKWR ke-54 (19-20 Agustus 2026) untuk meningkatkan kompetensi jurnalis dan menanggapi migrasi audi...
Wamendikdasmen Tinjau PJJ di Gorontalo: Pastikan Anak Tetap Belajar
Wamendikdasmen tinjau PJJ di Gorontalo untuk memastikan anak ATS mendapat pendampingan, motivasi, dan layana...
Gempa M7,7 Guncang NTT: Empat Pasar Rusak dan Rantai Pasok Terganggu
Gempa M7,7 di NTT pada 15 Agustus 2026 merusak empat pasar, termasuk Pasar Inpres Ruteng, dan mengganggu ran...