Mayat Perempuan Ditemukan Mengapung di Sungai Bah Bolon, Simalungun
Warga Huta III Nagori Bah Lias, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun digegerkan setelah menemukan sesosok mayat perempuan tak dikenal mengapung di Sungai Bah Bolon pada Senin (18/5). Penemuan dilakukan oleh dua pencari ikan yang melihat tubuh tersangkut pada ranting pohon di tepi sungai.
Penemuan dan laporan awal
Kepala Kepolisian Sektor Bandar Huluan, Iptu Patar Banjarnahor, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan kedua saksi terkejut melihat sesuatu mengapung lalu mendekat dan menemukan itu adalah jenazah.
Tanpa menunggu lama-lama, kedua saksi segera memberitahukan kejadian itu kepada petugas keamanan kebun terdekat dan kepada masyarakat.
Petugas keamanan kebun dan warga setempat segera datang ke lokasi lalu melapor ke polisi. Selanjutnya tim kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah ke lokasi yang lebih aman.
Kondisi jenazah dan barang bukti
Menurut hasil pemeriksaan awal di TKP, jenazah ditemukan dalam kondisi mengapung dan tersangkut pada ranting pohon di tepi sungai. Kondisi tubuh telah mengalami pembusukan sehingga bagian tangan, kepala, dan kaki rusak dan identitas belum bisa dikenali.
Petugas mengamankan beberapa barang sebagai bukti. Barang tersebut tercatat berupa satu potong celana panjang berwarna hitam bergaris merah dan satu helai kaos lengan panjang berwarna merah muda.
Langkah penyelidikan
Iptu Patar mengatakan tim kepolisian melibatkan Inafis untuk pemeriksaan lebih lanjut dan merekomendasikan visum serta autopsi guna mengetahui penyebab kematian secara pasti.
Tim Inafis juga menyarankan agar pihak berwenang segera melakukan visum dan autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian korban.
Proses identifikasi akan mengandalkan hasil visum, otopsi, serta pemantauan laporan orang hilang dari keluarga di wilayah sekitar. Polisi juga akan menelusuri kemungkinan jejak lain dari lokasi dan bukti yang ditemukan.
Implikasi dan tindak lanjut
Penemuan jenazah di sungai ini menimbulkan kekhawatiran di masyarakat setempat dan menegaskan pentingnya pelaporan cepat bila ada warga hilang. Pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan saksi dan bukti untuk menentukan penyebab kematian dan mencari identitas korban.
Pemeriksaan forensik dan autopsi dijadwalkan menjadi langkah berikutnya untuk memberikan kepastian penyebab kematian dan membantu proses identifikasi korban.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DPRD Medan Serahkan Pemandangan Umum atas Ranperda APBD 2027
Wali Kota Rico Waas hadiri Paripurna DPRD Medan saat fraksi-fraksi memberi catatan dan meminta penjelasan Ra...
Kelangkaan BBM dan Antrean Panjang di Riau hingga Padanglawas
Pitra Romadoni soroti antrean panjang dan kelangkaan BBM dari Riau hingga Padanglawas, mendesak evaluasi dis...
Polres Langsa Tangkap Pelaku Pencurian ECU Daihatsu Grand Max
SS (39) ditangkap di Langsa terkait pencurian ECU Daihatsu Grand Max di sembilan lokasi; polisi mengamankan...
Proyek Strategis Padanglawas Terancam Molor, Beberapa Belum Rampung
Beberapa proyek strategis Padanglawas diperkirakan tidak selesai sesuai kontrak 2026; banyak paket baru menc...
Kapolres Binjai dan Langkat Beri Kejutan HUT TNI ke-81
Kapolres Binjai dan Kapolres Langkat mengunjungi Kodim dan batalyon untuk memberi kejutan dan memperkuat sin...
Bupati Muharram Pimpin Rapat OPD Aceh Besar untuk Perkuat Koordinasi
Bupati Muharram Idris pimpin rapat OPD Aceh Besar pada 5 Oktober 2026 untuk perkuat koordinasi, evaluasi pro...