Nasional

MagangHub Didorong Tekan Pengangguran Muda

Bagikan:
Peserta magang mengikuti kegiatan di perusahaan mitra selama program enam bulan

Kementerian Ketenagakerjaan meluncurkan Program Magang Nasional (MagangHub) sebagai strategi menekan pengangguran muda dan meningkatkan kesiapan kerja lulusan perguruan tinggi. Peluncuran digelar di Jakarta pada Senin, 3 Agustus 2026, dengan fokus memberi pengalaman kerja langsung di dunia industri melalui magang enam bulan dan pendampingan mentor.

Tujuan dan mekanisme program

Program ini dirancang menjembatani kesenjangan antara kompetensi akademik dan kebutuhan pasar kerja. Peserta, termasuk fresh graduate, menjalani magang selama enam bulan di perusahaan mitra dengan bimbingan mentor. Selama periode tersebut, peserta memperoleh pengalaman budaya kerja, mengasah kemampuan teknis dan nonteknis, serta membangun portofolio dan jejaring profesional.

"Kemnaker berharap Program Magang Nasional dapat berkontribusi pada pengurangan pengangguran muda melalui peningkatan daya saing dan kesiapan kerja lulusan baru," kata Faried Abdurrahman Nur Yuliono.

Manfaat bagi lulusan

Menurut Kemnaker, salah satu hambatan utama lulusan baru adalah syarat pengalaman kerja yang sulit dipenuhi. MagangHub memberi kesempatan memperoleh pengalaman tersebut dan mempermudah transisi ke dunia kerja. Selain mencari pekerjaan, peserta diharapkan lebih mampu beradaptasi dan berkembang saat sudah diterima bekerja.

"Program ini memberikan ruang bagi lulusan perguruan tinggi untuk memperoleh pengalaman kerja nyata selama enam bulan, mendapat bimbingan dari mentor, memahami budaya kerja, mengasah kompetensi teknis dan nonteknis. Serta membangun portofolio dan jejaring profesional," ujar Faried.

Hasil evaluasi dan tingkat penyerapan

Evaluasi pelaksanaan sebelumnya menunjukkan hasil beragam. Sekitar 30 persen peserta menerima tawaran pekerjaan setelah menyelesaikan program. Sementara 34 persen memiliki indikasi atau peluang untuk direkrut, dan 36 persen belum mendapatkan tawaran kerja resmi.

"Data ini penting dibaca secara utuh. Artinya, program magang tidak otomatis menjamin seluruh peserta langsung bekerja, tetapi sudah menunjukkan adanya jalur transisi yang nyata dari magang menuju kesempatan kerja," kata Faried.

Sektor penyerapan peserta

Kemnaker mencatat beberapa sektor yang menyerap peserta paling besar. Temuan ini menjadi bahan evaluasi untuk memperluas kerja sama dengan industri yang membutuhkan tenaga kerja muda.

  • Sektor keuangan: 23,4%
  • Perdagangan besar (wholesale trade): 17,9%
  • Manufaktur: 16,5%
  • Sektor kesehatan: 10,3%

Langkah ke depan

Kemnaker berencana memperkuat kolaborasi dengan sektor-sektor yang memiliki kebutuhan tenaga kerja tinggi dan mendorong partisipasi lebih banyak industri. Targetnya adalah memberikan dampak berlapis: meningkatkan kompetensi peserta, menyediakan talenta siap kerja bagi perusahaan, dan mengurangi kesenjangan kompetensi di pasar kerja nasional.

"Program Magang Nasional menjadi salah satu upaya konkret pemerintah dalam mengurangi pengangguran muda, terutama pengangguran lulusan perguruan tinggi, melalui pendekatan yang lebih langsung," tambah Faried.

Dengan langkah evaluasi dan perluasan mitra industri, MagangHub diarahkan menjadi jalur transisi yang lebih nyata dari bangku kuliah ke dunia kerja bagi lulusan muda.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait