MenPPPA: Lingkungan Aman Kunci Perlindungan Anak
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) Arifah Fauzi menegaskan bahwa membangun lingkungan yang aman dan nyaman adalah langkah nyata untuk melindungi anak dan memenuhi hak mereka secara berkelanjutan. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026, saat pembukaan Festival Pahlawan Anak yang juga menandai 50 tahun kiprah Save the Children di Indonesia.
Data kekerasan terhadap anak
Arifah mengingatkan bahwa upaya perlindungan harus dimulai sebelum anak menjadi korban. Ia merujuk pada data yang menunjukkan prevalensi kekerasan pada remaja yang masih tinggi dan membutuhkan tindakan cepat dari seluruh lapisan masyarakat.
| Indikator | Persentase |
|---|---|
| Anak usia 13-17 tahun pernah mengalami setidaknya satu bentuk kekerasan sepanjang hidup | 50,78% |
| Anak usia 13-17 tahun mengalami kekerasan dalam 12 bulan terakhir | 33,64% |
Festival Pahlawan Anak: ruang edukasi dan pencegahan
Festival Pahlawan Anak menjadi wadah edukasi praktis bagi anak dan keluarga. Kegiatan menampilkan permainan edukatif, simulasi tanggap bencana, dan materi pola makan bergizi yang dirancang untuk mengajarkan keterampilan perlindungan diri sejak dini.
- Ruang edukasi untuk anak
- Permainan interaktif tentang perlindungan diri
- Diskusi bersama figur publik, pakar, dan praktisi pengasuhan
- Materi ketahanan keluarga dan tanggap bencana
CEO Save the Children Indonesia, Dessy Kurwiany Ukar, mengajak publik untuk bersama-sama menciptakan ruang aman bagi anak. Ia menekankan festival bukan sekadar perayaan, melainkan ajakan aksi kolektif.
"Festival ini bukan sekadar perayaan, tetapi menjadi ajakan bersama menciptakan ruang aman bagi anak. Anak membutuhkan ruang untuk merasa aman, didengar, dan terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan," kata Dessy.
Seruan tindakan: pencegahan sebelum korban muncul
MenPPPA Arifah menggarisbawahi pentingnya respons cepat ketika kekerasan terjadi dan dukungan berkelanjutan dari keluarga serta masyarakat. Ia menekankan perlunya memprioritaskan pencegahan melalui pembentukan lingkungan yang aman.
"Kita tidak boleh menunggu seorang anak menjadi korban. Gerakan nyata harus dimulai sekarang dengan membangun lingkungan yang aman sebelum terjadi kekerasan," kata Arifah Fauzi.
Arifah juga mengutip tema Act Now, Save Lives untuk menegaskan bahwa pemenuhan hak dan perlindungan anak membutuhkan tindakan segera. Menurutnya, data kekerasan yang tinggi menunjukkan perlunya penguatan kebijakan, program pencegahan, dan keterlibatan masyarakat secara lebih intensif.
Ke depan, pemerintah dan organisasi masyarakat diperkirakan akan terus mendorong program pendidikan perlindungan anak dan penguatan ketahanan keluarga sebagai langkah pencegahan utama. Festival Pahlawan Anak diharapkan menjadi salah satu model penerapan edukasi perlindungan yang bisa direplikasi di daerah lain.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Prabowo: Delapan Komoditas Sudah Swasembada, Harga Pupuk Turun
Presiden Prabowo menyatakan delapan komoditas pangan sudah swasembada; harga pupuk turun 20% dan B50 hentika...
Menkum: Pemerintahan Digital Kunci Pencegahan Korupsi
Menkum Supratman menyatakan pemerintahan berbasis digital jadi solusi utama mencegah korupsi dan menunggu in...
Menkum: Pemerintah Siap Bahas RUU Perampasan Aset
Menkum Supratman menyatakan pemerintah siap bahas RUU Perampasan Aset, namun masih menunggu usul inisiatif r...
Prabowo Targetkan 30 Ribu Koperasi Merah Putih Optimal Akhir 2026
Presiden Prabowo menargetkan 30 ribu Koperasi Merah Putih beroperasi optimal akhir 2026 untuk memperkuat eko...
Prabowo: 121 Kebijakan Transformatif dalam 21 Bulan
Prabowo paparkan 121 kebijakan transformatif dalam 663 hari pemerintahan pada Sidang Tahunan MPR, 14 Agustus...
Arjan: Pengaruh Multatuli pada Buku tentang Lebak dan Kolonialisme
Arjan menyebut gaya non-linear Multatuli memengaruhi cara ia menulis buku tentang Lebak dan kolonialisme, di...