MenPPPA Apresiasi LEGO Playground 2026 di TMII
MenPPA Arifah Fauzi mengapresiasi penyelenggaraan LEGO Playground 2026 sebagai kolaborasi untuk menghadirkan ruang bermain yang aman, kreatif, dan edukatif bagi anak. Pernyataan itu disampaikan pada Minggu, 26 Juli 2026, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur. Arifah menekankan bahwa bermain adalah hak anak yang dijamin negara dan fondasi penting bagi tumbuh kembang mereka.
Apresiasi terhadap kolaborasi penyelenggara
Arifah memuji peran pihak swasta dan lembaga dalam menyediakan ruang bermain berkualitas. Ia menyebutkan kerja sama antara LEGO Indonesia, IDN Times, dan TMII sebagai contoh konkret.
"Kami mengapresiasi LEGO Playground 2026 sebagai kolaborasi nyata mendukung pemenuhan hak anak melalui ruang bermain positif. Terima kasih kepada LEGO Indonesia, IDN Times, TMII, dan seluruh pihak atas penyelenggaraan kegiatan ini,"
Manfaat bermain bagi perkembangan anak
Menurut Arifah, kegiatan seperti LEGO Playground mendorong anak mengembangkan imajinasi, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis. Anak juga belajar memecahkan masalah, mengekspresikan ide, dan membangun kepercayaan diri sejak dini.
Landasan hukum hak anak bermain
Arifah mengingatkan bahwa hak anak untuk bermain telah diatur dalam Pasal 11 UU No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Aturan tersebut menegaskan bahwa setiap anak berhak beristirahat, memanfaatkan waktu luang, bergaul, bermain, berekreasi, dan berkreasi sesuai minat dan tingkat kecerdasan.
Peran dunia usaha dan harapan ke depan
Ia menilai ruang partisipatif seperti LEGO Playground penting untuk membangun karakter dan inovasi anak. Menurut Arifah, dunia usaha dapat memainkan peran nyata dengan menyediakan fasilitas bermain yang berkualitas untuk mendukung pemenuhan hak anak.
"Kami berharap LEGO Playground: Main dan Jadi Hebat dapat menjadi inspirasi bagi semakin banyak pihak untuk menghadirkan ruang bermain yang berkualitas bagi anak-anak Indonesia. Ketika kita memberikan kesempatan kepada anak untuk bermain, sesungguhnya kita sedang membantu mereka belajar, bertumbuh, berkreasi, dan menjadi hebat,"
Respons dari LEGO Group
General Manager Emerging Asia LEGO Group, Cedric Roose, menyatakan bahwa momentum Hari Anak Nasional penting untuk menguatkan hak anak belajar, bermain, dan bertumbuh optimal. Ia menyoroti bahwa bermain membantu anak mengeksplorasi dunia dan membangun keterampilan sosial serta kepercayaan diri.
"Saat ini, kesempatan anak untuk bermain semakin terbatas. Oleh karena itu, kami kembali menghadirkan LEGO Playground di Indonesia untuk tahun kedua sebagai wujud komitmen kami dalam menciptakan lebih banyak ruang bermain yang bermakna bagi anak-anak,"
Cedric menambahkan bahwa tema #MainDanJadiHebat mendorong kreativitas, rasa ingin tahu, ketangguhan, dan kemampuan memecahkan masalah. Ia berharap pengalaman bermain ini menjadi bagian keseharian keluarga, bukan hanya aktivitas saat liburan.
Dengan dukungan pemerintah dan swasta, penyelenggaraan seperti LEGO Playground dinilai dapat memperluas akses ruang bermain berkualitas bagi anak-anak Indonesia dan mendukung pemenuhan hak anak secara lebih luas.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Menlu Sugiono Dorong Revitalisasi ARF untuk Hadapi Tantangan Keamanan
Menlu Sugiono mendorong revitalisasi ARF agar lebih responsif terhadap tantangan keamanan kawasan dan menged...
MUI Dorong Zakat Jadi Pengurang Pajak Langsung
MUI mengusulkan zakat diakui sebagai tax credit (pengurang pajak langsung) untuk mencegah beban ganda dan me...
Menteri Ekraf Dorong Pengembangan Bioskop Modular di Daerah
Menteri Ekraf dorong pengembangan bioskop modular bersama Indobox Cinema untuk perluas akses film nasional d...
Wamendagri: Optimalkan Bonus Demografi untuk Capai Indonesia Maju
Wamendagri Bima Arya minta optimalkan bonus demografi dengan peningkatan kompetensi dan karakter untuk capai...
Wamenaker: Pelatihan Vokasi Siapkan 300 Ribu Peserta 2026
Wamenaker Afriansyah Noor menyatakan Program Pelatihan Vokasi Nasional targetkan 300 ribu peserta sepanjang...
Azis Subekti: Koeksistensi Jadi Paradigma Baru Mengelola Konflik
Azis Subekti menyerukan paradigma koeksistensi untuk mengelola konflik global yang kini berdampak lintas sek...